Peningkatan segregasi sosial di Inggris mengkhawatirkan

Inggris, Islam Hak atas foto Reuters

Pemisahan dan keterpisahan sosial di beberapa wilayah Inggris berada pada 'tingkat mengkhawatirkan' dan mendorong kesenjangan di beberapa wilayah Inggris, seperti terungkap dalam sebuah laporan.

Para perempuan dalam sejumlah komunitas bahkan 'tidak mendapat hak-hak mendasar' sebagai warga negara Inggris.

Badan-badan pemerintah di Inggris juga dianggap sering mengabaikan atau memaafkan praktik-praktik keagamaan yang 'memisahkan' atau yang 'berbahaya' karena khawatir dianggap rasis.

Hal tersebut terungkap dalam kajian yang dipimpin oleh Dame Louise Casey tentang integrasi kelompok minoritas, yang ditunjuk pada masa pemerintahan mantan Perdana Menteri David Cameron.

Louise Casey -yang mendapat gelar kehormatan Dame- berpendapat ada kegagalan dalam menangani keterpisahan secara politik dan ekonomi, khususnya, di kalangan masyarakat Muslim.

Dia memberi gambaran sebanyak 60% perempuan berdarah Pakistan yang berada dalam usia kerja di Inggris merupakan pengangguran.

Perubahan populasi di Inggris

4,1 juta

peningkatan penduduk

50%+

peningkatan akibat imigrasi

  • 2,8 juta orang di Inggris beragama Islam - kelompok pemeluk agama terbesar setelah Kristen

  • 70-85% penduduk di beberapa wilayah di Blackburn, Birmingham, Burnley, dan Bradford beragama Islam

  • 511 sekolah di 43 wilayah menerima lebih dari 50% murid dengan latar belakang etnis Pakistan atau Bangladesh

  • 27% kelahiran tahun 2014 dari ibu yang lahir di luar Inggris Raya

Getty

Salah satu sarannya adalah agar para pendatang mengambil 'sumpah integrasi' dan penekanan yang lebih banyak atas nilai-nilai Inggris di sekolah.

Menteri Komunitas, Sajid Javid, mengatakan akan mempelajari temuan-temuan itu secara lebih seksama.

Inggris, menurut Javid, sudah lama menjadi rumah dari banyak budaya dan komunitas yang berbeda namun semuanya haris menjadi bagian dari satu masyarakat.

"Kita tahus melihat secara serius fakta-fakta dan seharusnya tidak menghindari dari tantangan yang kita hadapi. Laporan Dame Louise merupakan sumbangan yang bernilai dan saya akan mempelajari dengan seksama," tambah Javid.

Perubahan imigrasi dan populasi

Laporan Dame Louise menyebutkan ada keluhan yang semakin berkembang di kalangan sebagian komunitas Muslim di Inggris.

Dia mengangkat para perempuan yang merasa terpinggirkan karena kemampuan bahasa Inggris mereka yang terbatas dan pada saat bersamaan menjadi korban dari 'kontrol yang dipaksakan, kekerasan dan kejahatan, yang sering dilakukan atas nama nilai agama maupun budaya'.

Image caption Laporan yang menyebutkan Inggris semakin terpisah secara sosial dibantah seorang penasihat pemerintah.

Ditambahkannya bahwa masjid-masjid sering memberi 'saran yang terbelakang' kepada perempuan dewasa dan anak perempuan tentang gaya hidup dan pakaian.

Sementara itu terlalu sedikit para pemimpin yang menangani masalah-masalah tersebut, karena khawatir mendapat cap rasis atau kehilangan dukungan dari komunitas minoritas.

Laporannya juga menyatakan ada wilayah-wilayah yang kesulitan menghadapi laju dan skala perubahan yang mereka hadapi akibat imigrasi sementara terdapat jurang sosial dan ekonomi yang besar antara kelompok-kelompok etnis.

"Kita membutuhkan upaya yang lebih banyak untuk menerapkan kebijakan integrasi guna membantu komunitas menghadapi laju dan sekala dari perubahan imigrasi serta populasi dalam beberapa tahun belakangan," jelas Dame Louise.

Bagaimanapun Iqbal Bhana, penasehat pemerintah untuk masalah kejahatan kebencian anti-Muslim, membantah laporan yang menyebutkan Inggris semakin terpisah secara sosial.

"Saya tidak berpendapat kita terpisah. Jika Anda pergi ke tempat-temapt seperti Bradford dan Leicester Anda melihat generasi kedua dan ketiga bergerak ke luar untuk bersama dengan komunitas," jelasnya kepada BBC Radio 4.

Untuk laporannya, Dame Louise berbicara dengan 800 orang, baik itu pegawai negeri, perwakilan agama, guru, murid, dan pemimpin setempat.

Topik terkait

Berita terkait