Lupakan kesedihan tak punya anak, ibu di India tanam ratusan pohon

Saalumarada Thimmakka
Image caption Saalumarada Thimmakka dikenal sebagai salah satu tokoh pelestari lingkungan di India.

Suratan takdir membuat perempuan India, Saalumarada Thimmakka, tak bisa memiliki anak.

Dan di India, perempuan-perempuan yang mandul sering dipinggirkan di masyarakat: bahkan mereka diejek, dihina, serta menjadi bahan pergunjingan.

Sedih? Tentu saja.

Namun Thimmakka tak menyerah begitu saja. Bersama suami, ia menanam pohon banyan -tanaman yang disucikan di India- sampai ratusan di sepanjang jalan desa.

Kini pohon-pohon tersebut menjadi semacam kanopi raksasa yang tak hanya menjadikan desanya sejuk tapi juga mengantarkannya dinobatkan sebagai salah satu tokoh pelestari lingkungan kenamaan di India.

Tak mengherankan Thimmakka yang sekarang berusia 105 tahun ini mendapat julukan 'ibu pohon'.

"Saya melestarikan Bumi untuk melupakan kesedihan tak bisa punya anak," kata Thimmakka yang ditemui BBC di desanya di negara bagian Karnataka di India selatan.

Ia menikah di usia 20 tahun tapi setelah lama menunggu tak juga kunjung hamil.

Pernah digigit ular

Image caption Thimmakka menanam hampir 400 pohon di sisi jalan desa sepanjang 4 kilometer.

"Suami saya sangat baik. Kami hidup bahagia... sayang kami tak bisa punya keturunan. Sejak itu warga desa berubah sikap... mereka mengolok-olok dan menggunjingkan saya," katanya.

Thimmakka tak tahu mengapa ia tak bisa hamil namun mengira karena pernah digigit ular ketika masih kecil.

"Saya terus berdoa, tapi hingga usia 25 tahun saya tetap tak bisa punya anak," ungkapnya.

Untuk melupakan kesedihan itulah dia menanam pohon banyan, yang tak hanya disucikan tapi juga dianggap sebagai obat alamiah untuk mengatasi kemandulan.

Thimmakka mengatakan kegiatan menanam pohon banyan ini juga sebagai perwujudkan dari keinginan untuk memberi makna atas kehidupan.

"Pada akhirnya orang-orang menaruh hormat. Saya juga merasa mendapat keberkahan dari pohon banyan ini," katanya.

Sebagian besar dari ratusan pohon banyan yang ditanamnya di sepanjang jalan desa masih tetap bertahan hidup hingga sekarang.

"Memang ada beberapa yang mati. Yang bertahan terus tumbuh menjulang. Inilah pohon-pohon yang membuat saya bangga," kata Thimmakka.

Topik terkait

Berita terkait