Trump dan Twitter, sejarah seorang pria dan 'media'-nya

Donald Trump Hak atas foto Twitter
Image caption Donald Trump menggunakan Twitter untuk mengkritik media konvensional, seperti dalam salah satu cuitan yang terpajang Senin (12/12) 2016.

Setelah terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, Donald Trump menggunakan Twitter untuk mengkritik peliputan media -yang menurutnya- merugikannya maupun menentang perusahaan yang mengalihkan lapangan kerja ke luar negeri, dan membela dirinya terkait pembicaraan telepon dengan pemimpin dunia yang kontroversial.

Tapi apakah Trump sejak dulu memang pengguna Twitter yang bersemangat?

Mari kita lihat sekilas bagaimana Trump menggunakan Twitter sejak sekitar tujuh tahun lalu hingga sekarang.

Dikelola oleh profesional

Interaksi Trump dengan Twitter dimulai sama seperti para tokoh-tokoh terkenal dunia, yaitu dikelola oleh para profesional.

Bulan Mei 2009, Donald Trump -ketika masih menjadi pengusaha- menulis pesan pertamanya di Twitter untuk mempromosikan penampilannya di acara TV terkenal di AS, Late Show, dengan pembawa acara David Letterman.

Pada masa itu, Peter Costanzi -seorang karyawan pemasaran di perusahaan penerbitan Trump- mengusulkan penggunaan media sosial untuk mempromosikan buku Trump, Think Like a Champion.

Rupanya ada orang yang mengirim ciutan parodi (tiruan yang menyindir) dengan menggunakan @DonaldTrump sehingga pengusaha tersebut menggunakan @RealDonaldTrump, kata Costanzo dalam satu wawancara.

Hak atas foto Twitter
Image caption Beginilah halaman Twitter Donald Trump pada April 2009, dengan 216 pengikut.

Dengan akun itu, disebar berbagai cuit, antara lain tentang The Apprentice, tampilnya dia di media, masa-masa penting dalam kehidupan keluarganya, dan kutipan-kutipan pernyataannya.

Pesan-pesan yang berasal langsung dari Trump akan disertai dengan tagar #fromDonaldTrump, namun isinya jarang sekali menyentuh politik.

Bisnis dan politik bercampur

Mulai Juni 2011, tidak bisa lagi diketahui cuit yang langsung dari Trump atau yang ditulis oleh tim profesional. Pada saat yang sama garis antara bisnis dan ambisi politiknya mulai mengabur.

Trump, misalnya, mengkritik rencana anggota Partai Republik yang menentang Medicare dan juga mengkritik Presiden Obama dengan Obamacare-nya, belanja negara, maupun liburannya.

Trump di Twitter

250.000

kali nama Trump digunakan setiap harinya

  • 230.000 kali nama Obama disebut

  • 5 juta pengikut Donald Trump di Twitter

Getty Images

Dia juga menulis pesan, "Cina adalah musuh kita, mereka ingin menghancurkan kita."

Selain isinya, terjadi juga perubahan dalam jumlah cuit yang ditulis. Antara Mei 2009 hingga akhir Mei 2011, Trump menulis pesan hanya sedikit lebih banyak dari 275 kali.

Namun berdasarkan data enam bulan terakhir tahun 2011, cuitannya meningkat dari sekitar 150 pesan per tahun menjadi lebih dari 100 cuit per bulan.

Tahun 2016, jumlahnya meningkat lagi dengan rata-rata 375 cuit per bulan hingga masa akhir November, menurut TrumpTwitterArchive.com -kumpulan data yang bisa dicari tentang cuit Trump di Twitter.

Penyebaran cuit Trump

Trump mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden pada 16 Juni 2015. Menjelang pengumuman resmi, dia sudah mengirim ulang atau retweet puluhan cuit yang mendukung pencalonannya.

Dia juga menjadi amat sering mengirim ulang cuit dengan perkiraan sampai 10.000 kali.

Tahun 2015, para karyawan di Gawker Media, membuat bot atau sistem cuit otomatis tentang kutipan-kutipan Benito Mussolini -perdana menteri Italia yang fasis yang memimpin selama 20 tahun hingga 1943- dan mengaitkannya dengan Trump.

Bulan Februari, Trump secara manual mengirim kembali cuit tersebut.

Trump juga mengirim kembali pesan dari pengguna 'WhiteGenocideTM', yang profilnya dikaitkan dengan sebuah situs yang pro-Adolf Hitler. Sebagian besar cuit di sana berisi tentang kekerasan yang dituduh dilakukan oleh warga Amerika Serikat keturunan Afrika dan juga bernuansa anti-Arab.

Calon presiden tersebut mendapat serangan balik, namun dia tetap tidak menghapusnya, termasuk yang menyerang mantan bakal calon presiden lain dari Partai Republik, Jeb Bush.

Tak sampai sebulan lalu, Trump kembali mengirim ulang cuit dari 'WhiteGenocideTM': "Anda selalu memiliki massa terbaik #MakeAmericaGreatAgain" namun sekitar dua menit kemudian sudah dihapus.

Awal tahun 2015, Trump ditanya seorang wartawan apakah dia mendukung pesan-pesan yang dia kirim ulang.

"Saya melakukan retweet, dan menurut saya, pada tingkat tertentu, ya saya mendukungnya. Saya kira itu benar. Anda ingin saya mengatakan tidak? Anda tahu, saya mengirim ulang, saya mengirim ulang karena ada alasan."

Media andalan

Trump tampaknya memang lebih suka Twitter dibanding media konvensional dan dia tidak pernah menggelar konferensi pers lagi sejak tanggal 27 Juli.

Dia memang melakukan beberapa wawancara sejak terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, namun sudah menulis cuit sampai 130 kali lebih, dengan berbagai tema, mulai dari media, kebijakan luar negeri, maupun urusan dalam negeri.

"Jika pers akan meliput saya secara akurat dan terhormat," seperti tulisnya pekan lalu, "Saya akan punya alasan yang lebih sedikt untuk 'Tweet'.

Sebagai presiden terpilih, tentu dampak dari cuit Trump akan lebih besar pula.

Trump, misalnya, mengkritik Boeing karena harga untuk pesawat terbang kepresidenan Air Force One, menurutnya, akan membuat pembayar pajak merogoh US$4 miliar atau sekitar Rp53 trilun.

Saham Boeing sempat turun walau pulih kembali setelah Boeing mengatakan belum memiliki kontrak untuk memproduksi pesawat tersebut dan sedang berunding dengan pemerintah.

Ketika Obama dilantik sebagai presiden, dibutuhkan waktu sekitar enam tahun sebelum dia meninggalkan Blackberry-nya.

Namun Trump masih belum tahu kapan akan meninggalkan pesan pribadinya di Twitter setelah dilantik menjadi presiden Januari 2017, seperti kata manajer senior kampanye Trump, Kellyanne Conway dalam sebuah wawancara.

Berita terkait