Kehidupan laut baru ditemukan di ceruk laut dalam

Kehidupan laut Hak atas foto UNIVERSITY OF SOUTHAMPTON
Image caption Sarat akan kehidupan: spesies baru termasuk kepiting berwarna cokelat muda di tengah-tengah foto.

Sebanyak enam spesies hewan baru diidentifikasi berada di ceruk laut dalam di bawah Samudera Hindia.

Wilayah terpencil itu merupakan lingkungan bagi makhluk yang tidak tampak di jagat perairan lain, namun telah jadi sasaran untuk eksplorasi mineral di masa yang akan datang.

Ceruk hidrotermal terbentuk di lokasi-lokasi pertemuan air laut dengan magma. Di sekelilingnya terdapat sejumlah besar organisme yang terhitung baru dalam dunia ilmu pengetahuan.

Penemuan terbaru itu meliputi jenis-jenis cacing, siput dan kepiting.

Pada tahun 2011, para peneliti Inggris menjelajahi sebuah kawasan Southwest India Ridge, yang membagi laut antara Afrika dan Antartika.

Para ilmuwan di Universitas Southampton mengungkapkan mereka telah menemukan banyak makhluk baru dengan menggunakan robot bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh.

Kini mereka telah menganalisis sampel dari lokasi yang dikenal sebagai Longqi, atau 'Helaan Nafas Naga,' dan membandingkannya dengan spesies yang diketahui berdasarkan susunan genetis hewan-hewan itu.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Report, menunjukkan bahwa enam hewan tersebut adalah mahluk baru bagi ilmu pengetahuan.

Keenam spesies baru itu diantaranya:

  • Kepiting "Hoff".
  • Siput "Peltospirid raksasa".
  • Sejenis bekicot.
  • Limpet atau siput laut.
  • Cacing laut.
  • Cacing polychaete.

Ceruk hidrotermal pertama kali ditemukan pada tahun 1977. Sejak itu, lebih dari 400 spesies hewan baru telah ditemukan hidup di sekitarnya di berbagai lautan di dunia.

"Ceruk hidrotermal membentuk sebuah jaringan kehidupan laut dalam, dan sejauh ini kami hanya melihat sekilas satu jalur jaringan di sebelah barat daya Samudera Hindia," kata Dr Jon Copley, yang memimpin penelitian.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kami perlu mengeksplorasi jaringan ini lebih jauh, kami ingin memahami kemungkinan dampak yang terjadi dari setiap kegiatan pertambangan di masa yang akan datang terhadap ceruk hidrotermal di wilayah ini.

Penambangan dasar laut diperkirakan akan sangat meningkat di masa depan.

Hak atas foto UNIVERSITY OF SOUTHAMPTON
Image caption Sebuah cerobong asap di ceruk yang dikenal dengan nama "Jabberwocky".

Kontrak-kontrak untuk eksplorasi tambang di dasar laut dan penambangan di laut lepas diberikan kepada negara-negara tertentu oleh Otoritas Dasar Laut Internasional, sebuah organisasi bentukan PBB.

Lebih dari satu juta kilometer persegi dasar laut di Samudera Pasifik, Atlantik dan Hindia telah disiapkan untuk kegiatan eksplorasi oleh setidaknya 16 negara.

Tahun ini, sebuah kapal penelitian Cina telah mengamati ceruk hidrotermal di Southwest India Ridge untuk penggalian mineral.

Topik terkait

Berita terkait