Rumah kelahiran pemimpin Nazi boleh disita pemerintah Austria

Braunau am Inn, Austria Hak atas foto AP/Kerstin Joensson
Image caption Adolf Hitler lahir di salah satu kamar di tingkat tiga rumah di Jalan Salzburger Vorstadt, Braunau am Inn, pada 20 April 1889.

Parlemen Austria akhirnya mengesahkan undang-undang yang mengizinkan pemerintah menyita rumah tempat kelahiran pemimpin Nazi, Adolf Hitler, tahun 1889.

Kontroversi atas rumah di kota Braunau am Inn ini sudah berlangsung selama beberapa tahun, karena pemiliknya, Gerlinde Pommer, menolak untuk menjual maupun merenovasinya.

Nyonya Pommer akan mendapat ganti rugi namun masih belum jelas tindakan yang akan dilakukan pemerintah atas rumah yang dikhawatirkan akan menjadi 'tempat berziarah' bagi pendukung neo-Nazi.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Adolf Hitler, dalam foto sekitar tahun 1890, masih tinggal di kota Braunau am Inn.

Sejak tahun 1972, rumah bertingkat tiga tersebut disewa pemerintah sebesar 4.800 Euro atau sekitar Rp68 juta per bulan untuk mencegah disalahgunakan oleh para pendukung neo-Nazi.

Selain pernah digunakan sebagai kantor yayasan sosial, rumah itu juga sempat menjadi pusat ruang kerja bagi orang-orang dengan kebutuhan khusus.

Perdebatan tentang masa depan rumah ini masih belum jelas walau Menteri Dalam Negeri, Wolfgang Sobotka, sudah mengatakan akan merobohkannya untuk diganti dengan gedung yang baru.

Bagian dari sejarah

Namun satu panel sejarawan yang diminta saran mengatakan penghancurannya sama saja dengan menyangkal sejarah Nazi di Austria pada masa lalu.

Sementara beberapa lembaga budaya menekankan rumah yang berada di Jalan Salzburger Vorstadt tersebut merupakan bagian dari sejarah kota sehingga harus dilindungi.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pada masa kekuasaan Nazi di Austria, rumah kelahiran Hitler ini sempat dijadikan tempat tujuan wisata.

Hitler lahir tanggal 20 April 1889 di sebuah kamar di tingkat tiga yang disewa di dalam rumah yang terletak di kota dekat perbatasan Austria-Jerman.

Namun pemimpin Nazi itu hanya tinggal di sana selama beberapa minggu dan pindah ke alamat lain di kota yang sama sebelum keluarganya meninggalkan Braunau am Inn ketika dia berusia tiga tahun.

Di bawah Hitler, rezim Nazi -yang memicu perang dengan menjajah Polandia tahun 1939- membunuh jutaan orang Yahudi pada masa Holokos.

Rumah itu sempat menjadi 'tempat tujuan wisata' ketika Nazi berkuasa di Austria namun ditutup tahun 1944 setelah Nazi mulai kehilangan kendali di negara itu.

Topik terkait

Berita terkait