Seorang ibu melahirkan bayi dengan indung telur sebelum menstruasi

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Seorang perempuan melahirkan bayi sehat setelah indung telurnya dibekukan

Seorang ibu melahirkan di London setelah dokter memulihkan kesuburannya dengan menggunakan indung telur yang dibekukan ketika dia masih anak-anak.

Perempuan berusia 24 tahun ini diyakini sebagai orang pertama di dunia yang melahirkan bayi dengan indung telur yang dibekukan sebelum memasuki masa puber.

Moaza Al Matrooshi, yang melahirkan bayi laki-laki di Rumah Sakit Portland, London, Rabu (14/12), mengatkan kepada BBC. "Seperti keajaiban."

"Kami sudah lama sekali menantikan hasil ini, seorang bayi yang sehat."

Dokternya, Sara Matthews -ahli kandungan dan kesuburan- mengatakan ikut gembira bersama keluarga tersebut dengan harapan bisa menawarkan cara yang sama kepada pasien lain.

"Ini merupakan langkah maju ke depan yang besar. Kita mengetahui bahwa tranplantasi selaput indung telur berhasil pada perempan yang lebih tua namun tidak tahu kalau kita bisa mengambil selaput dari seorang anak, membekukannya, dan membuatnya bekerja kembali," jelasnya.

Menjalani kemoterapi dan transplantasi

Moaza Al Matrooshi, asal Dubai- lahir dengan beta thalassaemia atau gangguan darah warisan yang bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.

Jadi dia membutuhkan kemoterapi, yang merusak indung telur, sebelum menjalani transplantasi sumsum tulang belakang dari saudara prianya di rumah sakit anak Great Ormond Street di London.

Hak atas foto Fergus Walsh
Image caption Bayi Moaza dilahirkan lewat IVF untuk memaksimalkan peluangnya.

Maka sebelum menjalani pengobatan -ketika dia berusia sembilan tahun- indung telur di sebelah kanannya diambil lewat operasi di Leeds.

Bagian dari selaput indung telur itu kemudian dicampur dengan bahan pelindung cryo-protective dan perlahan-lahan diturunkan ke suhu -196'C sebelum disimpan di bawah nitrogen cair.

Tahun lalu, para ahli bedah di Denmark berhasil mentransplantasikan kembali lima keping selaput itu ke dalam tubuhnya; empat ke indung telur kirinya dan satu ke sisi rahimnya.

Moaza sebenarnya sudah memasuki masa menopause namun setelah transplantasi tersebut, hormonnya kembali ke tingkat normal dan kembali berovulasi atau melepas sel telur yang berarti kesuburannya pulih kembali.

Image caption Pemulihan kembali kesuburan Moaza dilakukan beberapa tahap.

Bukan indung telur beku pertama

Untuk memaksimalkan peluang mendapatkan bayi, Moaza dan suaminya, Ahmed, menjalani prosedur IVF atau kehamilan buatan di luar tubuh.

Dan akhirnya Moaza melahirkan seorang bayi laki-laki. "Saya selalu yakin bahwa saya akan menjadi seorang ibu dan saya akan memiliki bayi."

"Saya tidak pernah berhenti berharap dan sekarang saya mendapat bayi ini, perasaan yang sempurna," tambahnya.

Moaza masih memiliki dua embrio lagi yang disimpan dan juga dua keping selaput indung telur.

Kepada BBC dia mengatakan bahwa bahwa jelas dia merencanakan untuk punya bayi satu lagi di masa depan.

Tahun lalu, seorang perempuan di Belgia melahirkan dengan menggunakan selaput indung telur yang dibekukan ketika dia berusia 13 tahun, namun situasinya berbeda dengan Moaza karena ketika indung telurnya diambil, dia sudah memasuki masa puber.

Topik terkait

Berita terkait