Wartawan BBC Indonesia raih penghargaan Kemenlu

Retno Marsudi Hak atas foto KEMENLU RI

Wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan, meraih penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri, pada Jumat (16/12).

Penghargaan itu diberikan atas pemberitaan mengenai perlindungan warga negara Indonesia selama 2016.

Dalam sambutannya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa perlindungan WNI merupakan salah satu pilar terpenting politik luar negeri Indonesia.

"Perlindungan WNI juga merupakan amanat konstitusi yang harus dilaksanakan. Saya ingin mendedikasikan acara ini untuk teamwork anak bangsa yang menunaikan tugas melindungi wni di luar negeri," kata Retno.

Mantan menteri luar negeri Hassan Wirajuda yang namanya digunakan untuk anugerh ini mengatakan, di satu sisi ia berharap penghargaan perlindungan WNI tidak berlangsung terus-menerus.

"Karena jika perlindungan warga negara indonesia berjalan baik dan kontinyu, maka artinya tidak perlu ada award," ujarnya.

Secara keseluruhan, penghargaan itu meliputi tujuh kategori, termasuk mitra kerja perwakilan RI dan pemerintah daerah.

Untuk kategori jurnalis, selain bagi Jerome Wirawan, penghargaan juga diberikan kepada Josie Hardianto dari harian Kompas.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan swafoto bersama menteri luar negeri Retno Marsudi di malam pemberian penghargaan.

Penyanderaan, perlakuan buruk, penyelundupan orang, kerja paksa

Berdasarkan data Kemenlu, pemerintah telah menangani 9.853 kasus WNI di luar negeri sepanjang 2016, sehingga setiap bulan rata-rata mencapai 821.0 kasus.

Pada 2016, Kemenlu juga menangani 350 WNI dalam kasus perdagangan manusia.

Meski demikian, yang tidak disebutkan dalam acara penghargaan itu, masih ada ribuan kasus menyangkut WNI di luar negeri, termasuk ketenagakerjaan dan penyanderaan.

Setelah seluruh kapal TB Charles dibebaskan oleh milisi Abu Sayyaf di Filipina, masih ada empat WNI lain yang masih disandera.

Lepas dari kasus penyanderaan, ada sejumlah WNI yang menanti hukuman mati, seperti tenaga kerja wanita bernama Rita Krisdianti di Malaysia.

Perbudakan modern juga menjadi salah satu masalah yang mendera WNI di luar negeri.

Mengenai hal ini, mantan Menlu Hassan Wirajuda mengusulkan agar pemerintah menyatakan "penyelundupan manusia untuk tujuan kerja paksa adalah kejahatan terhadap kemanusiaan."

Topik terkait