Memprotes Duterte, penyanyi James Taylor batalkan konser di Manila

James Taylor, Manila, Filipina Hak atas foto AFP/NOEL CELIS
Image caption Konser James Taylor rencananya akan digelar di ibu kota Filipina, Manila, pada 25 Februari 2017 namun kini dibatalkan.

Penyanyi Amerika Serikat, James Taylor, membatalkan konsernya di Filipina sebagai pernyataan sikap menentang pembunuhan tersangka pengedar narkotika tanpa proses hukum.

Lewat pernyataannya, peraih penghargaan musik Grammy ini memilih untuk 'mengambil sikap politik'.

Laporan-laporan tentang pembunuhan tanpa proses hukum, tambahnya, 'tidak bisa diterima oleh setiap orang yang mencintai penerapan hukum'.

Selama masa kampanye, Presiden Rodrigo Duterte, berjanji untuk membunuh para pengedar narkotika dan sejak berkuasa, Juni 2016, lebih dari 5.000 tersangka pengedar narkotika tewas dibunuh, oleh aparat keamanan maupun kelompok sipil bersenjata.

Pekan lalu dia malah mengaku pernah membunuh langsung tiga penjahat ketika masih menjabat wali kota Davao untuk menunjukkan kepada polisi bahwa mereka bisa melakukan hal yang sama.

Hak atas foto Reuters
Image caption Membunuh para pengedar narkotika merupakan salah satu tema kampanye Rodrigo Duterte dalam pemilihan presiden, Mei 2016.

James Taylor rencananya akan menggelar konser di Manila pada Februari 2017.

"Saya tidak berpendapat musik adalah politis namun kadang seseorang diminta untuk membuat sikap politik," tulis penyanyi yang antara lain terkenal dengan lagu You've Got a Friend.

Beberapa penggemarnya mengucapkan kekecewaan namun sekaligus pula memujinya karena dianggap memiliki prinsip.

"Kita semua perlu untuk mengambil sikap, mengungkapkan sesuatu dan bertindak berdasarkan kebenaran," kata Patricia Lyons.

Hak atas foto AP/Steven Senne
Image caption Peraih Grammy ini antara lain terkenal dengan lagu You've Got a Friend.

Namun pendukung Presiden Duterte mengecam boikot Taylor atas negaranya.

"Bukan kami yang rugi jika dia memutuskan membatalkan tur di Manila, tapi dia," komentar Wendel Sotto.

Yang lainnya, Rendell Bata, menulis, "Hanya penggemar yang mengambil keuntungan dari konser Taylor namun pemerintah yang baik akan menguntungkan seluruh bangsa."

Topik terkait

Berita terkait