Bocah Aleppo yang jadi bintang di Twitter bertemu presiden Turki di Ankara

Turki, Erdogan, Bana Alabed Hak atas foto Reuters
Image caption Bana Alabed dilaporkan diiungsikan dari Aleppo berama 4.500 warga sipil lainnya, Senin (19/12).

Anak perempuan Suriah, Bana Alabed, yang menceritakan hidup di bawah pengepungan di Aleppo di media sosial sudah bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Ankara.

Dalam foto yang diterbitkan istana kepresidenan, Erdogan tampak memeluk Bana yang duduk di pangkuannya.

Bana bersama sekitar 4.500 warga sipil lainnya dievakuasi Senin (19/12) dari kawasan yang masih dikuasai pemberontak di Aleppo, Suriah.

Anak berusia tujuh tahun ini menjadi terkenal di seluruh dunia setelah dia -dengan bantuan ibunya- menulis pesan dan foto di Twitter tentang kondisi rumahnya yang terperangkap perang di Aleppo.

Berbagai tweet-nya tersebut dibagi ribuan kali oleh para pengguna media sosial.

Hak atas foto AFP/THAER MOHAMMED
Image caption Bana Alabed di antara puing-puing bangunan di Aleppo yang hancur akibat perang, 12 Oktober 2016.

Sempat ada kekhawatiran dia meninggal karena ada masa kosong dalam pesan Twitter-nya namun belakangan Bana dipastikan masih hidup dan akhirnya berhasil dievakuasikan.

Kesepakatan evakuasi antara pasukan pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak berhasil dicapai dengan mediasi Turki dan Rusia.

Hak atas foto AFP/BURAK KARACAOGLU
Image caption Bana Alabed berfoto bersama dengan seorang petugas kemanusiaan setelah dia berhasil dibawa keluar dari Aleppo.

Bagi lebih dari 330.000 pengikutnya, Bana merupakan lambang dari tragedi kemanusiaan yang tidak terungkap dalam konflik di Suriah, walau pemerintahan Presiden Bashar al-Assad mengecam Twitter-nya dan ibunya sebagai propaganda.

Turki saat ini menampung sekitar 2,7 juta jiwa pengungsi dari Suriah namun masih belum jelas apakah akan menampung semua pengungsi atau terbatas pada yang menderita cedera saja.

Topik terkait

Berita terkait