Pilot mabuk di kokpit ditangkap aparat Kanada

pesawat, transportasi Hak atas foto Mark King/Sunwing Airlines
Image caption Seorang pilot pengganti kemudian ditugaskan membawa pesawat berpenumpang lebih dari 100 orang itu bertolak dari Calgary, Kanada, menuju Cancun, Meksiko.

Seorang pilot yang berada dalam kondisi mabuk di kokpit ditangkap aparat Kanada sesaat sebelum lepas landas.

Ihwal penangkapan sang pilot, Miroslav Gronych, 37, bermula pada Sabtu (31/12) ketika awak kabin maskapai penerbangan Sunwing Airline mendapati pria asal Slowakia itu berperilaku aneh. Bahkan, Gronych sempat pingsan di kokpit.

Para awak kabin kemudian memberitahu aparat dan sang pilot digiring keluar dari pesawat. Seorang pilot pengganti kemudian ditugaskan membawa pesawat berpenumpang lebih dari 100 orang itu bertolak dari Calgary, Kanada, menuju Cancun, Meksiko.

Namun, cerita belum selesai. Dua jam setelah penangkapan, kadar alkohol dalam tubuh Gronych ternyata mencapai tiga kali lipat dari batas yang diperbolehkan.

Dia kini menghadapi tuntutan hukum lantaran mencoba menerbangkan pesawat dalam kondisi mabuk.

"Pesawat itu punya potensi mengalami malapetaka. Namun, kemungkinan seorang pilot maskapai besar seperti ini untuk lepas landas ketika dalam kondisi mabuk sebenarnya cukup tipis karena ada banyak pemeriksaan. Ada awak kabin, staf di bandara, yang semuanya memperhatikan keselamatan," kata juru bicara kepolisian, Paul Stacey.

"Saya tidak kaget bahwa dia ditangkap sebelum (pesawat) meninggalkan terminal. Dia (Gronych) tidak akan terbang dalam waktu dekat," tambah Stacey.

Hak atas foto Eddy Roesdiono
Image caption Insiden pilot yang diduga mabuk terjadi dalam penerbangan maskapai Citilink dari Surabaya menuju Jakarta. Pilot pengganti kemudian ditugaskan untuk menerbangkan pesawat.

Insiden pilot yang diduga mabuk terjadi di Indonesia, pekan lalu.

Dalam penerbangan dari Surabaya menuju Jakarta, pilot maskapai Citilink diganti karena berbicara melantur melalui pengeras suara.

Direktur Utama Citilink, Albert Burhan, membantah bahwa pilot pesawat QG-800 itu mabuk karena hasil tes negatif. Sehari kemudian, Albert Burhan dan Hadinoto Soedigno selaku direktur operasional Citilink mengundurkan diri dari jabatan masing-masing.

Adapun Citililink memastikan bahwa pilot yang diduga mabuk itu telah diberhentikan. Alasannya, yang bersangkutan dinilai telah melakukan kesalahan berat dan menunjukkan sikap serta tindak yang tidak profesional dalam menjalan tugas.

Topik terkait

Berita terkait