Anak laki-laki dan perempuan Muslim di Swiss tak boleh dipisah saat pelajaran renang

Pelajaran renang Hak atas foto Getty Images
Image caption Pelajaran renang di Swiss boleh dipisah antara murid laki-laki dan perempuan jika anak perempuan sudah memasuki pubertas.

Anak perempuan dan anak laki-laki tidak boleh dipisah ketika mengikuti pelajaran berenang di Swiss dan para orang tua Muslim harus mematuhi keputusan ini.

Pemerintah Swiss bisa menerapkan aturan tersebut setelah menang dalam kasus yang ditangani Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR), yang mengeluarkan keputusan hari Selasa (10/01).

Kasus ini dibawa oleh dua warga Swiss keturunan Turki di kota Basel, yang menolak mengirim dua anak perempuan mereka mengikuti pelajaran berenang yang diikuti oleh anak laki-laki.

ECHR menyatakan aturan tentang pelajaran berenang 'bisa dijustifikasi' dan berpendapat bisa memahami aturan itu 'demi menjamin keberhasilan integrasi sosial' di masyarakat.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kasus pelajaran renang di Swiss ditangani oleh Pengadilan HAM Eropa (ECHR).

Sekolah, kata ECHR, memiliki peran penting dalam integrasi sosial dan 'pengecualian (untuk tidak mencampurkan anak laki-laki dan anak perempuan) hanya bisa dilakukan dalam kasus-kasus yang sangat khusus'.

Pengadilan juga mencatat bahwa sudah ditawarkan kompromi dalam kasus ini, misalnya dengan mengenakan burkini dan anak-anak perempuan berganti pakaian di ruangan yang tidak ada anak laki-laki.

Pengadilan mengakui pemerintah melakukan 'intervensi masalah agama' namun intervensi tersebut tidak berujung dengan 'pelanggaran'.

Para pejabat pendidikan mengatakan para orang tua Muslim bisa mengajukan dispensasi dengan catatan anak-anak perempuan mereka telah memasuki pubertas, sementara anak dua warga di Basel yang mengajukan kasus masih di bawah umur.

Kasus ini sudah berjalan beberapa tahun dan ketika digelar di pengadilan di Swiss pada 2010, dua warga Basel ini diperintahkan membayar denda dengan nilai total US$1.380 setelah dinyatakan 'mengabaikan kewajiban sebagai orang tua'.

Keduanya kemudian membahas kasus ke ECHR dengan alasan 'telah terjadi pelanggaran atas Konvensi HAM Eropa'

Topik terkait

Berita terkait