Denda sekitar Rp60 triliun untuk VW karena skandal emisi

Volkswagen Hak atas foto AFP/SAUL LOEB
Image caption Enam pimpinan dan manajer VW juga sudah didakwa terkait skandal buangan emisi.

Industri mobil Jerman, Volkswagen, mengaku bersalah atas dakwaan kriminal di Amerika Serikat karena menggunakan perangkat lunak gelap untuk memanipulasi buangan emisi mobil dieselnya.

Perusahaan itu akan membayar denda sebesar US$4,3 miliar dollar atau sekitar Rp60 triliun rupiah.

Enam pimpinan dan manajer VW juga sudah didakwa terkait peran mereka dalam memanipulasi buangan emisi tersebut.

Jaksa Agung Loretta Lynch mengatakan VW mengaburkan, membantah, dan akhirnya berbohong untuk menyembunyikan tindakannya.

Pimpinan eksekutif Volkswagen Group, Matthias Müller, mengatakan perusahaan mobil itu 'menyesalkan secara mendalam' tindakannya.

Hak atas foto AFP/MARK RALSTON
Image caption VW juga akan berada dalam masa percobaan selama tiga tahun di bawah pengawasan sebuah badan independen.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat menuduh VW memiliki skema jangka panjang untuk menjual sekitar 590.000 mobil diesel di AS yang dilengkapi dengan peralatan yang 'menipu' saat uji buangan emisi.

VW akan berada dalam masa percobaan selama tiga tahun di bawah pengawasan sebuah badan independen sepanjang periode tersebut.

Mereka juga sepakat untuk bekerja sama dengan penyelidikan Departemen Kehakiman terkait enam pimpinan dan manajer yang terlibat dalam kejahatan.

Ketua Badan Pengawas VW, Hans Dieter Pötsch, mengatakan, "Kami bukan lagi perusahaan yang sama seperti 16 bulan lalu."

VW sebelumnya mencapai kesepakatan untuk membayar penyelesaian sipil sebesar US$15 miliar dengan otorita lingkungan dan para pemilik mobil di Amerika Serikat.

Topik terkait

Berita terkait