Iklan perempuan berjilbab berlatar bendera Australia dicabut

Australia, Melbourne Hak atas foto Facebook
Image caption Sejumlah orang menegaskan iklan ini mencerminkan Australia yang bangga sebagai bangsa dengan keragagaman budaya.

Iklan tentang Hari Australia yang menampilkan dua perempuan berjilbab di depan bendera Australia dicabut dari jalanan Melbourne setelah perusahaan pembuatnya mendapat ancaman.

Pemerintah negara bagian Victoria mengatakan perusahaan itu, QMS, mendapat protes yang 'kasar maupun mengancam'

Namun juru bicara QMS, ketika dihubungi BBC, tidak menjelaskan rincian tentang ancaman yang mereka terima.

Iklan digital tersebut, yang mempromosikan serangkaian acara yang didukung pemerintah, menjadi perdebatan sengit di internet sejak Jumat (13/01) pekan lalu.

Menteri Keragaman Budaya Victoria, Robin Scott, mengungkapkan kekecewaan atas 'sekelompok minoritas yang menyerang orang Australia yang bangga.'

"Setiap orang yang melihatnya (pencabutan iklan) sebagai kemenangan, perlu penyegaran tentang makna sebenarnya dari Hari Australia," tulisnya dalam sebuah pernyataan.

"Itu untuk membawa kebersamaan dan merayakan keragaman yang membuat negara bagian dan negara ini besar."

Hari Australia merupakan hari libur nasional yang jatuh pada 26 Januari, untuk menandai kedatangan Armada Inggris pertama tahun 1788.

Gambar dua perempuan berjilbab merupakan bagian dari enam gambar dalam iklan digital, yang menampilkan orang-orang dengan berbagai latar belakang budaya.

Beberapa orang yang berkomentar di internet berpendapat gambar kedua perempuan berjilbab tersebut bukan cerminan sebenarnya dari Hari Australia dan ada pula yang menyebutkan sebagai 'propaganda.'

Namun sejumlah lainnya menegaskan bahwa iklan itu mencerminkan Australia yang bangga sebagai bangsa dengan keragaman budaya.

Topik terkait

Berita terkait