Berkelana di Washington DC jelang pelantikan Donald Trump

trump, presiden, as Hak atas foto Ucu Agustin
Image caption Lapak penjual suvenir Donald Trump di Washington DC.

Sutradara film dokumenter asal Indonesia, Ucu Agustin, berkelana di pusat Kota Washington DC sehari menjelang pelantikan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat.

Berikut kesan-kesan Ucu Agustin untuk BBC Indonesia.

Suasana Dupont Circle di Washington DC begitu ramai, Kamis (19/01) sore, sehari menjelang pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.

Ada sepasang kekasih berfoto selfie di depan patung Mayor Jendral George B. McClellan dengan latar belakang area Dupont yang menjadi tempat kaum hipster berkumpul.

Ada pula tiga lelaki, yang salah satunya mengenakan kaus bertuliskan 'Wisconsin', mengambil foto di depan restoran City Light China sambil berbincang tentang bagaimana pelantikan Trump besok. "Ooh ... para pendukung Trump sudah tiba!" kata saya dalam hati.

Hak atas foto Ucu Agustin
Image caption Union Station di Washington DC ramai dengan para pengunjung pelantikan Donald Trump.

Saya pun melangkahkan kaki ke Union Station, stasiun kereta yang cukup dekat dengan gedung Capitol tempat pelantikan akan dilangsungkan. Saya ingin tahu di mana letak podium pelantikan, tribun-tribun mana saja yang ketat dijaga, sejauh mana saya bisa masuk untuk mengambil gambar parade setelah inagurasi, dan di mana posisi untuk menyaksikan acara pelantikan yang bisa ditempati untuk penonton tanpa tiket seperti kami?

Tak dinyana, suasana di Union Station lebih ramai dari yang saya duga.

Para pendukung Trump jelas telah tiba. Penumpang yang baru tiba dari perjalanan dengan kereta Amtrax tampak berada di kursi tunggu atau sibuk menggeret koper sambil bertanya tentang arah kepada polisi.

Kalimat "Make Amerika great again!" saling mereka ucapkan berkali-kali.

Hak atas foto Ucu Agustin
Image caption Lapak cenderamata Donald Trump bermunculan di kawasan Union Station, Washington DC.

Para penjual suvenir sudah sejak seminggu berjajar di luar stasiun, terutama di arena dekat pelantikan.

Beragam benda yang mereka jual, dari bendera kecil bergambar Trump dengan latar belakang bendera Amerika, topi, syal, pin, kaus kaki, serta tentu saja baju hangat penuh berhias wajah Trump. Pernak-pernik itu dijual para pedagang dengan semangat, meski yang lewat tampak acuh

Tentang suvenir Trump yang ternyata kurang laku ini, media lokal mulai menjadikannya lelucon. Express, koran gratis bikinan Washington Post, misalnya, menulis Trump 'belum berhasil membuat penjualan bagus kembali'.

Uniknya, pedagang suvenir Trump dan suvenir Hillary Clinton berjual bersebelahan. Pedagang cenderamata Clinton tampak memanfaatkan momentum pawai perempuan atau Women's March yang akan dilakukan pada 21 Januari atau sehari setelah pelantikan Trump.

Hak atas foto Ucu Agustin
Image caption Jalan menuju gedung Capitol dijaga ketat jelang pelantikan presiden AS.

Salah satu penjual, sepasang perempuan berkulit hitam, bahkan menjual kaus Obama, Hillary, dan Trump serta kaos 'My Body My Choice' yang diinspirasi dari kalimat balik para perempuan untuk melawan Trump yang misoginis. Saya mengurungkan niat melihat kaus untuk dipakai pada pawai perempuan. Capitol Hill sudah di depan.

Area ini sudah dijaga ketat. Polisi dengan anjing penjaga serta senjata laras panjang tampak di mana-mana. Pagar-pagar sudah disiapkan.

Pintu gerbang tribun untuk penonton dengan tiket berwarna tertentu sebagai penanda tribun telah terpasang jelas. Suara koper digeret terdengar lagi dan lagi, kru televisi sudah saling ambil posisi untuk persiapan logistik.

Hak atas foto Ucu Agustin
Image caption Barikade di sekitar gedung Capitol sudah dipasang jelang pelantikan presiden AS.

Kemudian perempuan-perempuan dengan baju gaya sudah mulai jalan-jalan dan mengibar-ngibarkan bendera Trump saat sore beranjak malam. Mereka melempar kalimat 'Thank you Mr. Policeman' ketika mobil polisi melewati mereka di atas jalan bata depan Capitol.

Tempat saya lewati sekarang, saat ini, besok sudah ditutup kecuali untuk mereka yang memiliki tiket. Pagar-pagar ini akan digeret nanti malam setelah jam 00:00.

Saat ini tepat di depan saya, gedung Capitol wajah muka bagian barat yang akan jadi tempat pelantikan esok masih bisa ditatap. Para pengisi musik dan paduan suara sedang berlatih di atas panggung tempat Trump akan jadi pemimpin Amerika.

Hak atas foto Ucu Agustin
Image caption Lokasi pelantikan Donald Trump

Dengan janji kampanye yang penuh kobaran antiorang asing dan semangat menyingkirkan yang bukan Amerika, bagaimanakah nasib warga pendatang seperti saya? Bagaimana masa depan jutaan warga tak berdokumen?

Malam ini ketika saya menulis tentang sore tadi, bayangan tiga lelaki yang salah satunya berkaos Wisconsin dan berfoto di depan restoran City Light China berkelebat lagi.

Mereka pendukung Trump, apakah mereka akan juga antiasing meski mereka doyan makanan Asia?

Berita terkait