Samsung sebut baterai penyebab kebakaran Galaxy Note 7

Galaxy Note 7 Hak atas foto Reuters
Image caption Sejumlah ponsel Samsung Galaxy Note 7 dilaporkan terlalu panas dan baterainya meledak.

Kecacatan pada baterai adalah penyebab sejumlah telepon seluler Galaxy Note 7 terlalu panas dan mengalami kebakaran, demikian hasil temuan Samsung.

Perusahaan asal Korea Selatan itu telah menarik ponsel Note 7 pada Oktober 2016 lalu setelah sempat melakukan penarikan dan penerbitan kembali. Langkah itu diperkirakan membuat Samsung merugi US$5,3 miliar atau setara dengan Rp70,9 triliun.

Pada Senin (23/01), Samsung menyatakan bahwa investigasi internal dan independen "menyimpulkan bahwa baterai adalah penyebab insiden-insiden Note 7."

Baterai-baterai itu, menurut Samsung, cacat pada bagian desain dan produksi.

Hak atas foto AFP
Image caption Saat pertama diluncurkan, Samsung Galaxy Note 7 digadang-gadang sebagai ponsel layar besar yang menandingi iPhone dari Apple.

Hasil temuan penyelidikan menyebut masalahnya berpusat pada baterai besar yang tidak klop dengan ponsel. Materi insulasi di dalam baterai juga disebut tidak cukup.

Samsung menyatakan mereka "mengambil tanggung jawab atas kegagalan kami dalam mengenali dan memverifikasi masalah-masalah yang timbul pada desain dan proses produksi baterai."

Diluncurkan pada Agustus 2016, Samsung Note 4 digadang-gadang sebagai ponsel layar besar yang menandingi iPhone dari Apple.

Akan tetapi, sebulan setelah diluncurkan, Samsung harus menarik sekitar 2,5 juta unit ponsel setelah muncul keluhan tentang ponsel yang terlalu panas dan baterai yang meledak.

Saat itu, Samsung berkeras ponsel yang telah diganti aman. Namun, setelah itu laporan-laporan serupa muncul kembali.

Topik terkait

Berita terkait