Tiga pria di Swedia diduga memperkosa dan menyiarkannya di Facebook

Facebook Hak atas foto AFP
Image caption Layanan Facebook Live -yang diperkenalkan akhir tahun 2015 lalu.

Tiga pria ditangkap di Swedia ditangkap dengan tuduhan memperkosa menyusul laporan tentang kekerasan atas seorang perempuan yang disiarkan langsung di Facebook.

Polisi di Uppsala dihubungi oleh seorang perempuan, Minggu (22/01), yang melihat siaran pemerkosaan berkelompok dalam jaringan pertemanan terbatas di Facebook.

"Anda sudah diperkosa," kata seorang pria di akhir rekaman langsung video tersebut sebelum tertawa, menurut Josefine Lundgren, perempuan yang melihat tayangan itu dan melaporkannya.

Polisi mengukuhkan mereka -dan juga 'banyak orang lainnya'- sudah melihat video bersangkutan.

Jaringan pertemanan di Facebook, tempat siaran lagsung pemerkosaan itu, memiliki beberapa ribu anggota.

Tiga orang sudah ditangkap, berusia 19 hingga 25 tahun, bersama seorang perempuan di sebuah apartemen di Uppsala.

Lungren -yang menghubungi polisi- mengatakan kepada koran Swedia, Expressen, bahwa dia melihat salah seorang pria merobek pakaian seorang perempuan dan tidur di atas tubuhnya.

Hak atas foto Facebook
Image caption Antoni Perkins ditembak ketika sedang siaran langsung lewat Facebook.

Salah seorang pria lainnya, tambahnya lagi, memiliki senjata api.

Layanan Facebook Live memungkinkan sekelompok orang menyaksikan satu siaran video langsung dan Josefine Lungren mengatakan dia bisa melihat 60 orang yang menonton siaran langsung itu.

"Tiga lawan satu hahaha," salah seorang penonton menulis di kolom komentar di bawah tayangan video, kata Lungren.

Menyiapkan video lanjutan

Salah seorang pengguna internet mengatakan dia juga menyaksikan video yang kedua dengan perempuan yang sama membantah diperkosa, namun masih menjadi pertanyaan apakah dia menyatakan bantahan di bawah tekanan atau tidak.

Menurut stasiun TV pemerintah, SVT, ketiga pria tersangka masih sedang merekam 'video lanjutan' ketika polisi tiba di apartemen mereka.

Facebook menyediakan layanan video langsung pada akhir 2015, yang antara lain banyak digunakan kantor berita untuk melaporkan langaung dari tempat peristiwa maupun memperlihatkan kegiatan seseorang kepada teman-temannya.

Namun layanan itu sudah beberapa kali digunakan untuk merekam kejahatan dan kekerasan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Facebook sudah mengumumkan siaran langsungnya akan diperlakukan sama dengan konten-konten lainnya.

Awal tahun ini, empat orang didakwa dengan kejahatan kebencian di Chicago, Amerika Serikat, setelah menyiarkan langsung di Facebook seorang pria penderita cacat yang disiksa.

Bulan Juni 2016, Antoni Perkins, juga dari Chicago, ditembak mati ketika sedang melakukan siaran langsung tentang dirinya di Facebook.

Facebook Live digunakan merekam situasi menyusul tewasnya seorang pria ditembak seorang polisi di St Paul, Minnesota, Juli 2016.

Setelah insiden tersebut, raksasa media sosial itu mengumumkan rincian tentang kebijakan siaran langsungnya, dengan mengatakan akan diperlakukan sama dengan konten-konten lainnya.

Topik terkait

Berita terkait