Merayakan kehamilan istri dengan ledakan, pria AS diperiksa polisi

Jon Sterkel Hak atas foto Jon Sterkel
Image caption Jon Sterkel bersama istrinya Ashley, yang mengandung bayi laki-laki -yang dirayakan dengan sebuah ledakan.

Seorang pria di Amerika Serikat diperiksa polisi karena menggunakan ledakan untuk merayakan istrinya yang mengandung bayi laki-laki.

Jon Sterkel -seorang ahli pemeliharaan pohon- mengatakan kepada BBC bahwa dia menggunakan ledakan yang ditembak dengan senapan dari jarak jauh.

Ledakan tersebut dilaporkan amat kuat sehingga terdengar sampai sejauh sekitar tiga kilometer.

Kepada BBC, Sterkel mengaku tidak menyadari bahwa tindakannya melanggar hukum dan sudah meminta maaf kepada polisi.

"Bahan peledak yang saya beli tersedia di sebagian besar pusat perbelanjaan, bahkan sejumlah penegak hukum yang saya temui tidak menyadari bahwa bahan itu ilegal."

Bagaimanapun dia tetap akan diperiksa dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun penjara dan denda, jika memang terbukti bersalah.

Siap diperiksa

Hak atas foto Jon Sterkel
Image caption Ledakan yang dipicu dengan tembakan senapan mengeluarkan asap biru dan terdengar sampai sejauh tiga kilometer.

Pria berusia 26 tahun ini menegaskan tidak berniat mengganggu orang lain saat menembak sasaran berupa bahan peledak di kawasan pertanian terpencil miliknya di Scottsbluff, Nebraska, Sabtu (21/01).

Dalam video 'ledakan perayaan' itu -yang kemudian diterbitkan di sejumlah situs internet di Amerika Serikat- Sterkel terdengar memekik 'anak laki-laki' saat membuat ledakan yang mengeluarkan asap biru untuk mengumumkan ke dunia luar bahwa istrinya, Ashley, mengandung bayi laki-laki.

Polisi sampai mendengar ledakan tersebut, juga beberapa penduduk yang sempat khawatir telah terjadi bencana besar.

Sterkel mengaku langsung menelepon polisi setempat untuk menjelaskan latar belakang aksinya dan sekaligus minta maaf.

"Saya ingin meminta maaf kepada semua atas kebingungan itu. Saya pria dengan karakter dan akan siap ke pengadilan jika memang jaksa memutuskan untuk menuntut saya," tegasnya.

Dakwaan yang mungkin dihadapi calon ayah yang terlalu bersemangat ini adalah membuat ledakan tanpa izin dan -walau tidak ada yang cedera atau rusak- diancam maksimal satu tahun penjara serta denda sebesar US$1.000 atau sekitar Rp13,5 juta.

Lantas siapa kelak nama bayi laki-laki-nya itu? "Mungkin Wesson, untuk menghormati pembuat senapan, Smith and Wesson, jawabnya.

Topik terkait

Berita terkait