'Jarum Jam kiamat' semakin mendekati tengah malam

Jam Kiamat Hak atas foto Getty/David Goldman
Image caption Jam Kiamat adalah jam simbolis yang dikelola sejak tahun 1947 oleh sekelompok ilmuwan di Universitas Chicago, Amerika Serikat, untuk menunjukkan seberapa dekat dunia dengan malapetaka.

Jarum Jam Kiamat, sebuah simbol yang dibuat sekelompok ilmuwan untuk menunjukkan seberapa dekat dunia dengan malapetaka, bergerak ke dua-setengah menit menuju tengah malam.

Jam Kiamat merupakan jam simbolis yang dikelola sejak tahun 1947 oleh sekelompok ilmuwan di University of Chicago, Amerika Serikat, untuk menunjukkan seberapa dekat dunia dengan malapetaka.

Para ilmuwan itu, yang tergabung dalam The Bulletin of the Atomic Scientists, BPA, kemudian mendesak para pemimpin dunia agar "bersikap tenang dan tidak meningkatkan ketegangan yang dapat berakibat perang".

Hak atas foto Reuters
Image caption Lawrence Krauss dan Thomas Pickering menunjukkan pergerakan jarum jam. Sebelum bergabung ke BPA, Pickering pernah menjabat sebagai Dubes AS untuk PBB, Rusia dan beberapa negara lain.

Dalam laporannya, BPA mengatakan bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tentang perubahan iklim, perluasan persenjataan nuklir AS dan pertanyaannya seputar kinerja badan intelijen telah berkontribusi terhadap peningkatan ketegangan di dunia.

Jarum jam yang bergerak dua-setengah menit menuju tengah malam ini merupakan yang paling dekat semenjak 1953, ketika jarum jam digerakkan ke dua menit setelah uji bom hidrogen oleh pemerintah AS dan Rusia.

Jam kiamat, apa itu?

Jam Kiamat adalah jam simbolis yang dikelola sejak tahun 1947 oleh sekelompok ilmuwan di Universitas Chicago, Amerika Serikat, untuk menunjukkan seberapa dekat dunia dengan malapetaka.

Perangkat jam ini diciptakan oleh BPA pada tahun 1947. Adapun BPA didirikan oleh sekelompok ilmuwan yang membantu mengembangkan proyek senjata atom yang pertama.

Hari Kamis, para ilmuwan yang terdiri antara lain para fisikawan, ilmuwan lingkungan dari seluruh dunia, telah memutuskan menggerakkan jarum Jam Kiamat ke dua-setengah menit menuju tengah malam.

Keputusan ini diambil setelah BPA berkonsultasi dengan Dewan Sponsor yang terdiri 15 orang peraih penghargaan Nobel.

Mengapa jarum jam bergerak setengah menit lebih dekat ke tengah malam?

Selama dua tahun terakhir, jarum Jam Kiamat telah bergerak ke tiga menit sebelum tengah malam atau angka yang identik dengan malapetaka atau kiamat.

Namun demikian, menurut BPA, bahaya bencana global yang lebih besar pada tahun 2017, telah menggerakkan Jarum Jam Kiamat 30 detik ke depan.

Mereka mengatakan: "Komentar Presiden Trump tentang penggunaan dan proliferasi senjata nuklir, serta pernyataannya yang menyangsikan kesepakatan para ahli dalam masalah perubahan iklim serta penunjukan orang-orang dalam kabinetnya, telah mempengaruhi keputusan Dewan Sponsor. "

Hak atas foto Getty Images
Image caption Jarum Jam Kiamat diciptakan sebagai bentuk keprihatinan para ilmuwan terhadap ancaman malapetaka di bumi.

Faktor lain yang mempengaruh pergerakan Jarum Jam Kiamat adalah keraguan terhadap masa depan kesepakatan nuklir Iran, ancaman keamanan cyber serta menyebarnya berita palsu atau hoax.

Seperti apa ancaman pada tahun-tahun sebelumnya?

Ketika diciptakan pada tahun 1947, Jarum Jam Kiamat itu berada pada tujuh menit sebelum tengah malam.

Semenjak saat itulah jarum itu telah berubah 22 kali, mulai dari dua menit sebelum tengah malam pada 1953 dan 17 menit sebelum tengah malam pada 1991.

Pada 2015, jarum jam disesuaikan dari lima menit menjadi tiga menit hingga tengah malam ketika kemunculan bahaya global karena masalah perubahan iklim dan kasus perlucutan senjata nuklir.

Dan gerakan jam pernah menjadi tiga menit menjelang tiga malam pada tahun 1984 ketika hubungan AS-Uni Soviet mencapai titik terendahnya.

Berita terkait