Deutsche Bank didenda akibat tuduhan pencucian uang

DB Hak atas foto Getty Images
Image caption Keputusan ini datang hanya kurang dari dua minggu setelah Deutsche Bank memfinalisasi pembayaran sebesar Rp 95 trilyun dengan Kementerian Kehakiman AS akan peran bank tersebut di krisis keuangan 2008 lalu.

Deutsche Bank didenda sebesar US$630 juta (Rp8 triliun) oleh aparat AS dan Inggris dalam kaitan rencana pencucian uang Rusia.

Dalam skema itu, nasabah bank tersebut secara ilegal memindahkan US$10 milyar (Rp133 triliun) keluar dari Rusia dengan membeli saham dengan mata uang Rusia, Rubel, melalui cabang Deutsche Bank di Moskow sebelum rekan mereka menjual saham yang sama dengan harga yang sama lewat cabang di London dan New York.

Pihak berwajib mengatakan Deutsche Bank telah melewatkan "banyak kesempatan" untuk mendeteksi, menyelidiki dan menghentikan skema tersebut.

Deutsche Bank berkata mereka akan bekerja sama dengan regulator.

Bank tersebut juga berkata telah menyisihkan uang untuk menutupi biaya penyelesaian kasus.

Selama penyelidikan, otoritas di New York dan Inggris menemukan bahwa perdagangan "cermin" tersebut telah berlangsung dari 2011 hingga 2015.

'Tidak aman dan tidak sehat'

"Dengan mengubah rubel menjadi dollar lewat perdagangan surat-surat berharga yang tidak memiliki tujuan ekonomi yang jelas, skema tersebut menjadi alat bagi pemain jahat di institusi finansial untuk mencapai tujuan yang tidak benar sementara menghindari hokum yang berlaku", sebut dokumen legal yang menjelaskan penyelesaian dengan DFS.

Regulator menghukum bank tersebut karena gagal mengenali tipu muslihat tersebut, seraya mengatakan bahwa bank tersebut telah menjalankan usaha yang 'tidak aman dan tidak sehat'.

Mereka juga berkata tim anti-kejahatan keuangan mereka tidak efektif dan kekurangan pegawai.

Hak atas foto VASILY MAXIMOV / AFP
Image caption Dengan memfasilitasi penukaran mata uang rubel menjadi dollar AS melalui jual-beli saham, Deutsche Bank dituduh terlibat skema pencucian uang.

Secara total, otoritas New York menjatuhkan denda sebesar US$425 juta (Rp5,5 triliun), sementara otoritas Inggris FCA (Financial Conduct Authority) memberi denda sebesar £163 juta (Rp2,8 triliun).

Selain membayar denda, Deutsche Bank juga harus membayar pengawas independen untuk meninjau langkah-langkah kepatuhan internal mereka.

Keputusan ini datang hanya kurang dari dua pekan setelah bank Jerman tersebut memfinalisasi pembayaran sebesar US$7,2 milyar (Rp95 triliun) dengan Kementerian Kehakiman AS terkait peran bank tersebut di krisis keuangan 2008 lalu.

Selain itu, pada Senin (30/1), regulator juga mendenda tiga bank lain atas pelanggaran hukum anti-pencucian uang.

Bank Italia Intesa Sanpaolo didenda US$235 juta (Rp3 triliun), Agricultural Bank di Cina didenda US$215 juta (Rp2,8 triliun) dan Mega Bank dari Taiwan didenda US$185 juta (Rp2,4 triliun).

Topik terkait

Berita terkait