Terekam kamera, empat ekor macan tutul Jawa di Cikepuh

Macan tutul Hak atas foto ppid.menlhk
Image caption Keempat macan tutul Jawa yang terekam kamera berada dalam usia dewasa yang bisa melakukan pengembangbiakan.

Empat macan tutul Jawa terekam oleh kamera di suaka margasatwa Cikepuh, Jawa Barat, di tengah kekhawatiran punahnya satwa tersebut di kawasan itu.

Saat ini di seluruh Pulau Jawa diperkirakan terdapat sekitar 400 hingga 500 ekor macan tutul Jawa atau Panthera pardus melas, yang membuatnya termasuk golongan satwa yang terancam.

Di suaka Cikepuh, macan tutul ini dikhawatirkan sudah punah akibat perburuan dan perambahan namun penelitian awal memperlihatkan ada tanda-tanda keberadaan mereka.

"Sudah dinyatakan hampir punah di wilayah tersebut. Namnun penelian KSDA Jawa Barat, mahasiswa, dan sejumlah lembaga lain melihat ada tanda-tanda satwa tersebut," kata juru bicara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jati Wicaksono kepada wartawan BBC Indonesia, Liston Siregar.

"Kemudian dipasang kamera yang bisa membuktikan bahwa di wilayah tersebut ternyata masih ada. Jadi yang dulu dikatakan hampir punah, ternyata masih ada."

Hak atas foto ppid.menlhk
Image caption Perburuan dan perambahan menjadi penyebab dari kekhawatiran punahnya macan tutul Jawa.

Para ahli yang meneliti rekaman kamera tersebut melihat perbedaan masing-masing dan diperkirakan merupakan empat ekor yang berbeda.

"Artinya dari warnanya, dari besar kecilnya, sehingga berbeda dan disimpukan oleh tim bahwa ada empat ekor dan mudah-mudahan ditemukan lagi yang lainnya nanti."

"Kalau melihat dari gambarnya, sudah dewasa artinya sudah bisa melakukan perkawianan dan pengembang biakan ke depan."

Pendataan tahun 2008 memperlihatkan terdapat sekitar 400 hingga 500 ekor macan tutul Jawa, yang antara lain terdapat di Taman Nasional Gunung Gunung Gede Pangrango, Gunung Halimun Salak, dan di Gunung Merapi, dan Merbabu, seta dan Gunung Bromo di Jawa Timur.

Topik terkait

Berita terkait