Valentine: Cinta lama bersemi kembali setelah 65 tahun dan tiga kisah lainnya

Valentine Hak atas foto iStock
Image caption Hari raya Valentine identik dengan hari kasih sayang.

Kisah-kisah cinta mewarnai hari Valentine yang lebih dikenal dengan hari kasih sayang. Berbagai ungkapan tertuang dalam surat-surat cinta yang menceritakan tentang patah hati, kegembiraan, penolakan dan penebusan.

Berikut empat surat cinta yang masing-masing memiliki kisah unik, mulai pertemuan kembali dengan sang kekasih yang terpisah selama 65 tahun.

Bertemu kembali setelah 65 tahun terpisah.

Helen yang tercinta,

Di sini, di rumah kita, akhirnya bisa saling menggenggam tangan dan tak henti-hentinya berbicara tentang kehidupan kita, terutama setelah tiga tahun yang sangat berharga yang kita habiskan bersama lebih dari 65 tahun yang lalu pada 1950-an.

Kita bertunangan dan berencana untuk menikah saat kau masih berumur 19 tahun, namun orangtuamu keberatan dengan kehadiran saya, mereka melarangmu untuk bertemu saya.

Saya pikir kita tidak pernah mengira cinta kita bersemi kembali. Tiga tahun berlalu sebelum kita bertemu lagi secara kebetulan. Saat kamu berulang tahun yang ke-21, kakekmu membelikanmu mobil baru dan kita berjanji untuk bertemu di hari berikutnya untuk naik mobil itu bersama-sama. Tapi kamu tidak pernah muncul. Saya patah hati tapi kemudian kamu patah hati karena mendapati saya telah bertunangan dengan yang lain.

Karena saya sudah ada yang memiliki, kamu pun mencari yang lain. Seorang kopral gagah di Angkatan Udara Kanada bertekuk lutut dan jatuh cinta kepadamu dan kamu pun menikah dengannya.

Selama 35 tahun kita hidup dengan pasangan yang salah, namun tetap saja nasib tak berpihak pada kita karena pada waktu yang hampir bersamaan, pasangan kita meninggal dan kita berdua menikah lagi.

Image caption Foto-foto Davy dan Helen tahun 1951.

Puluhan tahun kemudian, secara kebetulan, kamu datang bersama seorang pria dengan nama belakang saya, yang ternyata adalah putra saya. Dengan bantuan putrimu, kamu bisa menghubungi saya lagi, setelah menunggu 65 tahun!

Istri kedua saya, Margaret, baru saja mengalami stroke parah dan kamu memahami kesedihan saya saat kita bertemu beberapa bulan kemudian. Sedikit demi sedikit, kami berdua menyadari kami masih merasakan cinta yang sama yang tertanam di hati kita selama bertahun-tahun dan berencana untuk menikah diam-diam November lalu.

Rumah kami dipenuhi foto-foto yang menampilkan kehidupan kami yang selama ini terpisah dan rasanya tak sanggup menahan rasa cemburu ketika saya melihat kamu perempuan cantik, bahagia dalam pelukan orang lain. Tapi kini akhirnya kamu sepenuhnya menjadi milik saya dan kamu membuat saya sangat bahagia.

Kamu masih perempuan elegan yang selalu saya cintai. Banyak yang harus dilakukan untuk membangun rumah kecil kita dan akan segera selesai, itu akan menjadi sarang cinta impian kita. Kita akan menghabiskan sisa hidup ini bersama-sama dalam cinta dan kasih sayang dan meski kita akan selalu menyesali keadaan yang sempat membuat kita terpisah pada tahun 1956, kita bahagia bisa kembali bersama untuk selama-lamanya.

Penolakan

Kakek tersayang,

Sudah hampir delapan tahun sejak saya menulis surat terakhir kali. Saya masih teringat dengan reaksi kakek yang mengatakan pernikahan saya mebuat kakek tersinggung. Saya memaafkan kakek setiap hari atas rasa sakit saat kakek menolak Mark, ketika kakek mengetahui bahwa ia pria kulit hitam. Tidak ada satu pun yang memahami (kecuali Mark dan teman baik saya) betapa menyakitkannya hal itu.

Saya memilih untuk tidak melihat kakek untuk melindungi diri sendiri dan keluarga saya.

Tapi saya baru saja kehilangan seseorang. Hal ini membuat saya teringat, betapa singkatnya sang waktu dan ada hal-hal yang harus saya ungkapkan.

Mark mengatakan hal yang paling ia sukai dalam diri saya adalah bahwa saya selalu melihat kebaikan pada orang-orang. Saya selalu mencari perspektif lain. Apa yang membuatmu begitu marah, kakek? Apa yang membuatmu begitu penuh kebencian terhadap kaum kulit hitam, Asia atau siapa pun yang tidak sesuai dengan standarmu? Bukankah saya lebih penting dari sikap rasisme yang kakek punyai?

Saya suka berpikir, sepertinya kakek dibesarkan saat orang-orang tidak diizinkan untuk menunjukkan emosi mereka. Bahwa di balik penampilan luar yang tangguh dan berang, ada jiwa sangat sensitif. Saya melihatnya sekilas saat kakek menceritakan pertemuanmu dengan nenek. Perempuan cantik bermata biru berkilauan berjalan menyusuri jalan dan kakek pun jatuh cinta.

Tidak seperti orang lain, saya tidak percaya dengan akhir film Hollywood. Saya tidak percaya bahwa jika saya muncul di depan pintu rumah kakek dengan keluarga tercinta, kakek akan menyambut kami seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Biarkan saya bercerita tentang anak-anak saya yang berkulit coklat, yang kakek takuti.

Beberapa kali saya mengamati Daniel bermain dengan keretanya, terkagum-kagum dengan mesinnya atau menikmati berkendara dengan mobil mainan dan memikirkanmu. Putra saya yang luar biasa ini bisa saja berbagi minat kakek terhadap model-model mainan kereta api.

Dan si kecil Anna yang sifat-sifat emosi dan cintanya mewarisi saya.

Saya menceritakan kepada anak saya bahwa orang-orang datang ke dalam kehidupan kita karena suatu alasan. Walau terkadang sebentar tapi pasti karena sebuah alasan. Saya memikirkan masa-masa ketika kakek adalah kakek saya. Aroma bungalow saat kami menginjakkan kaki di sana. Bagaimana kau selalu menunggu di pintu itu saat kami tiba. Kau mencintai burung-burung (dan karena itu benci kucing) dan anjing-anjing penyelamat yang tak disukai orang-orang.

Kenangan-kenangan itu membuat saya menyayangimu.

Saya tidak bisa marah terhadap kakek karena kakek berada dalam kenangan-kenangan itu.

Ada hari-hari di mana saya sulit mempercayai bahwa itu bukan salah saya. Saya hanya jatuh cinta dengan pria yang luar biasa ini - seperti halnya kau jatuh cinta dengan nenek.

Saya kemarahanmu ada di balik jiwa yang tersakiti. Jadi saya akan mengambil kemarahanmu dan mengirimmu cinta kasih.

Pernikahan

Joe tersayang,

Saya duduk di sini dengan ibu saya dan membicarakan hal-hal tentang pernikahan seperti sebuah dongeng dan melihat-lihat album foto.

Hal itu membuat saya merasa sedikit takut.. mata saya, wajah saya dan tangan saya.. saya benar-benar takut. Gembira sekaligus takut untuk memulai. Oh ya ampun Ayah, saya akan menikah!

Joe, kamu sudah menanti saya di tenda pernikahan. Saat saya menunggu untuk turun ke karpet merah, mata saya berkaca-kaca ketika mendengarkan lagu favorit saya. When You Wish Upon a Star.

Saya berjalan menyusuri lorong dengan ayah saya, ia membawa saya kepadamu, Joe. Saya tidak pernah merasa seperti ini sebelum hari pernikahan kami. Semua orang berdiri dan bertepuk tangan, itu membuat saya bahagia.

Joe, kau datang dari kursi pelaminan, mencium pipi saya dan meletakkan tanganmu di pinggang saya, rasanya benar-benar geli. Kau tampak seperti seorang suami impian dalam setelan berwarna biru yang indah. Saya menyukai warna ros merah yang melekat di jasmu karena saya cinta warna merah muda.

Kursi pelaminan itu bak sebuah dongeng fantasi, terutama saat kita duduk dan menendang kaki satu sama lain sambil berkata ya, saya bersedia.

Kini, kita sedang melihat foto yang tengah berdansa diiringi lagu Come What May. Joe, apakah kau menyukai gaun yang indah ini? Berwarna warni dengan pola raksasa besar seperti daun. Ya Tuhan, stocking saya melorot dan saya menendang nya lalu ayah mengambilnya dan memasukkannya ke saku bajunya. Itu membuat saya tertawa!

Saat Vivienne mengatakan: "Kalian sekarang sah menjadi suami dan istri, kalian sekarang bisa berciuman," lalu kami pun berciuman. Rasanya seperti mimpi cinta. Hal terbaik yang pernah terjadi di dunia ini.

Image caption Polly Gibson menceritakan kembali kisah pernikahannya dengan sang suami, Joe Minogue.

Setelah kami menikah, kami menjadi istri dan suami dengan cincin tersemat di jari, semua orang menaburkan potongan kertas berwarna warni - mereka menghujani saya dengan potongan kertas, dan terlalu banyak confetti! Kami terlihat terlalu bahagia. Saya memegang buket saya dan semua orang tersenyum serta bersorak-sorai.

Saya suka foto-foto kami yang Leela ambil di taman. Saya suka dengan caramu memegang tangan saya, punggung saya. Kau sepertinya orang yang kuat dan saya ingin menghabiskan hidup saya bersamamu. Sepanjang waktu. Saya suka foto kita yang berciuman.

Joe, pesta pernikahan itu sangat menyenangkan. Saya suka warna pink dan balon-balon biru, keluarga kita pun mengatakan pesta itu benar-benar menyenangkan.

Kita akan berbahagia selamanya.

Cintamu, Polly

Menikah setelah dijodohkan orang tua

Kam tercinta,

Sebelum saya bertemu denganmu, cinta tidak pernah sempurna. Saya terpuruk, lalu saya mencoba bangkit. Suami saya terlibat cinta dengan perempuan lain.

Pernikahan ini tak seindah yang saya harapkan dan kini saya kesepian. Kesepian yang berubah menjadi sesuatu. Rasa sepi itu mengikuti saya dari mulai tempat kerja sampai ke rumah. Saya akan berbicara dengan burung-burung saat orang lain tak ada yang melihat, dan menatap kulit pohon tua yang bengkok. Dan semua teman-teman di dunia ini tidak bisa mengisi kekosongan yang terbentuk dalam diri saya.

Setiap hari saya menyusuri jalan, menunggu kilatan petir. Sengatan listrik. Jatuh cinta pada pandangan pertama. Berharap itu akan terjadi pada saya, bahkan mungkin saat berbelanja di Sainsbury.

Namun semuanya tak ada. Saya sadar bahwa bintang-bintang tak selalu bisa membuat impian kita menjadi kenyataan.

Lalu, saat berlibur ibu saya mengajak untuk mengunjungi saudara saya di Pakistan, saya menyerah, mengerahkan semua keberanian saya, menantang pandangan tentang perjodohan dan setuju untuk menikah, kamu yang benar-benar tidak saya kenal.

Ini memang bukan cinta pada pandangan pertama, tapi saya benar-benar menyukai pemikiranmu. Kebaikan yang tersirat di matamu, senyum yang memikat saya. Saya menghentikan pencarian saya dan semuanya mulai berubah. Sekarang saya bisa melihat bahwa menikah dengan cara ini adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat.

Setahun setelahnya, kita diberi tahu bahwa kita tidak bisa mempunyai anak. Apakah saya memelihara hewan? Kamu memeluk saya, dan dengan perasaan patah hati, ia mengatakan semua akan baik-baik saja. Itu tidak masalah jika itu tidak dimaksudkan untuk menjadi.

Ketika saya terluka oleh orang-orang terdekat saya, kamu membuat saya membuka mata. Kamu tunjukkan bahwa saya sudah memiliki semua cinta yang saya butuhkan.

Kita punya masa-masa senang, ketika berdansa di ruang tamu, ketika kita mendapat kabar saya hamil, ketika putra-putra kita lahir, dan ketika penerbut setuju menerbitkan buku saya.

Kemudian tahun lalu, saya menghadapi ujian terberat. Ibunda saya yang tercinta meninggal di pelukan saya setelah dirawat berminggu-minggu di unit perawatan intensif. Setiap hari dan malam hari, kamu memeluk saya erat-erat, air matamu berbaur dengan saya.

Jadi apa yang ingin saya katakan kepadamu, adalah bahwa cinta tidak seperti kilatan petir dan bintang tidak diwajibkan untuk menyelaraskan impian kita menjadi kenyataan. Tapi, ada kalanya impian itu terwujud.

Cintamu, Hina