Menikah dengan biaya Rp13.000, pasangan Kenya dapat sumbangan untuk pesta mewah

Pasangan Kenya Hak atas foto AALTONEN JUMBA
Image caption Wilson dan Ann Mutura kini bisa merayakan pesta pernikahan mereka.

Pasangan asal Kenya yang menghabiskan biaya Rp13.000 untuk pernikahan mereka, kembali melakukan pemberkatan dalam sebuah upacara mewah pada hari Valentine.

Upacara pernikahan ulangan itu didanai oleh teman-teman serta orang-orang yang bersimpati terhadap mereka.

Kabar tentang biaya pernikahan mereka yang hanya sekitar $1 beredar viral di media sosial pada bulan lalu dan banyak warga Kenya yang mengulurkan tangan untuk membantu.

Dalam pernikahan pertama mereka, Wilson dan Ann Mutura mengenakan jins dan T-shirt serta dua lingkaran baja yang dipakai sebagai cincin kawin.

Media Kenya memperkirakan pesta pernikahan ulangan mereka kali ini yang dilangsungkan di sebuah tempat kelas atas di ibukota, Nairobi menelan biaya Rp500 juta.

Wartawan BBC Peter Mwai di Nairobi mengatakan, sebagai pasangan yang sudah resmi menikah, mereka saling bertukar cincin lagi, kali ini cincin betulan, pada upacara yang bertepatan dengan hari Valentine.

Setiap orang menginginkan pernikahan impian itu

Wartawan kami mengatakan beberapa warga Kenya mempertanyakan secara online mengapa penyelenggara menghabiskan begitu banyak uang untuk pesta itu dan bukannya dipakai untuk membantu keuangan pasangan tersebut.

Tapi Aaltonen Jumba, dari Slique Acara Planner Ltd - penyelenggara utama acara tersebut, mengatakan mereka sudah mendapat bantuan keuangan juga dan ini adalah tentang percintaan.

Image caption Sebelumnya, Wilson Mutura dan istrinya, Ann memilih untuk mengadakan upacara pernikahan sederhana di Nairobi tanpa kue, bunga atau hiasan.
Hak atas foto AALTONEN JUMBA
Image caption Kali ini mereka memiliki sebuah mobil pengantin, bunga dan hiburan.

"Pasangan itu sudah mendapat bantuan keuangan dari orang lain. Orang-orang yang berbeda memberikan hal yang berbeda pada tingkat yang berbeda pula. Pasangan itu dihadiahi sebuah lahan peternakan, bulan madu dan bantuan dana untuk memulai sebuah bisnis," katanya kepada BBC.

"Semuanya telah diberikan, lalu mengapa tidak untuk menghadiahi mereka suatu pesta pernikahan yang belum pernah dimiliki. Setiap orang menginginkan pernikahan impian itu."

Jumba menuturkan sulit untuk mengatakan dengan persis berapa banyak anggaran yang dihabiskan dalam upacara pernikahan itu karena berbagai penyedia layanan menyumbang dalam bentuk barang dan jasa, dan tidak dalam bentuk uang.

Topik terkait