Slogan seksis di mobil karavan jadi sasaran hukum di Australia

Australia, Wicked Campers Hak atas foto Fiona Goodall
Image caption Slogan di mobil karavan ini kira-kira bermakna 'orang bisa melakukan apa pun terhadap orang lain sesuai dengan karma.

Coba bayangkan truk di Indonesia yang dihias dengan gambar dan tulisan yang semarak namun dianggap bermakna menghina sekelompok orang.

Rasanya kecil kemungkinan kalimat semarak di truk itu akan memicu keluarnya larangan umum atas penggunaan kalimat yang dianggap menghina.

Namun pemerintah Negara Bagian Queensland di Australia, Selasa (14/02), meloloskan peraturan yang melarang kendaraan bermotor memasang slogan yang bermakna seperti itu.

Langkah ini ditempuh setelah munculnya sejumlah keluhan tentang 'slogan dan gambar yang merendahkan martabat' di mobil-mobil karavan yang disewakan untuk para pelancong kaum muda.

Sebagian besar keluhan mengarah pada perusahaan penyewa mobil karavan, Wicked Campers, yang menggunakan promosi bergaya semarak untuk menarik perhatian calon pelanggan.

"Iklan yang menghina, termasuk yang menggunakan kalimat cabul, adalah merendahkan martabat, tidak tepat secara seksual, mengandung kekerasan atau lebih penting lagi diskriminatif maupun menghina kelompok masyarakat tertentu," kata Menteri Jalan Raya, Mark Bailey.

Sementara seorang pegiat antikekerasan rumah tangga, Ros Bates, menyesalkan pesan-pesan yang bisa berdampak buruk dalam kehidupan sehari-hari.

Hak atas foto AP
Image caption Selain bermakna cabul, kalimat di mobil karavan ini juga dianggap menghina perempuan.

"Mobil karavan itu mempromosikan pemerkosaan, mendorong diskriminasi jenis kelamin, dan memicu kekerasan maupun penguasaan."

Dia menyebut beberapa contoh, antara lain 'lebih mudah minta maaf dari pada minta izin' atau 'saya sudah membayangkan selotip besar di mulut Anda'.

Menurut Bates, slogan-slogan tersebut 'memuakkan dan menyesatkan'.

Dengan peraturan baru, maka pencabutan slogan-slogan harus dilakukan dalam waktu 14 hari setelah keluhan resmi disetujui oleh Biro Standar Periklanan.

Sebanyak 125.000 orang menandatangani petisi yang meminta agar Wicked Campers mencabut slogan-slogannya.

Paula Orbea yang menggalang petisi itu sejak tahun 2014 lalu mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC) bahwa slogan-slogan tersebut bermakna obsesi pada seks, "Dan menciptakan pria yang kerasukan seks dengan perempuan sebagai korban, seorang hiperseks 'memintanya' dari perempuan."

Menteri Jalan Raya Queensland, Mark Bailey, mengharapkan peraturan yang mereka terapkan akan diikuti oleh wilayah lainnya.

BBC sudah menghubungi Wicked Campers namun belum mendapat tanggapan sejauh ini.

Topik terkait

Berita terkait