Bagaimana kalau mengecas telefon di kafe tak lagi gratis?

Austria, Wina Hak atas foto Reuters
Image caption Galina Pokorny menduga kafenya di Wina, Austria, yang pertama kali menerapkan tarif mengecas telepon jika terlalu lama.

Banyak orang yang begitu masuk ke kafe, yang dicari pertama kali adalah sambungan internet dan tempat mengecas telepon genggam, yang biasanya gratis.

Namun tampaknya hari-hari gratis mengecas telepon akan berakhir, paling tidak begitulah yang terjadi di sebuah cafe di Wina, Austria.

Kesal karena para pelanggan mengecas telepon genggam selama berjam-jam, seorang pemilik kafe, Galina Pokorny, menetapkan tarif 1 Euro atau sekitar Rp14.000 jika mengecas terlalu lama.

"Turis, selalu listrik, listrik, listrik. Maaf ya, siapa yang akan membayar?" katanya.

Image caption Banyak yang masuk kafe mengharapkan sambungan internet dan mengecas gratis.

Jadi Pokorny menetapkan peraturan: mengecas 15 menit saat minum kopi gratis tapi lebih dari itu akan ditambahkan ke tagihan.

Tarif juga dikenakan untuk komputer jinjing serta komputer meja dan akan dikalikan dengan jumlah peralatan yang dicas.

"Semakin lama semakin ekstrim. Orang datang dan berpikir semuanya bisa diperoleh dan gratis...."

Pokorny menduga kafenya yang pertama menerapkan tarif tersebut di Austria sejak tahun lalu namun baru menjadi berita pekan ini setelah satu surat kabar melaporkan 'tagihan besar' untuk biaya 'mengecas'.

Image caption Sebuah kafe di London sudah menerapkan pembatasan sambungan internet gratis agar pelanggan tak menghabiskan waktu berjam-jam di satu meja.

Cuma pertanyaannya apakah tarif 1 Euro layak? Ada yang mengatakan ya tapi sebagian berpendapat terlalu mahal.

Sebagai gambaran, tahun lalu situs internet teknologi ZDNet menghitung biaya untuk mengecas telepon pintar selama setahun sebesar US$0,84 atau 0,79 Euro atau Rp11.000.

Terlepas dari tarif yang ditetapkan, Pokorny rupanya bukan satu-satunya pemilik kafe yang kesal dengan pelanggan yang lebih sibuk dengan sambungan internet dan mengecas telepon dibanding minum kopi.

Image caption Bagaimanapun banyak pula yang merasa nyaman menyelesaikan sebagian kerjanya di kafe.

Beberapa pemilik kafe di Austria juga mengeluh dengan suasana yang diciptakan para profesional yang sibuk dengan telepon genggam, bukannya ngobrol asyik dengan teman atau bersama keluarga.

Maka untuk menghindari kafenya dijadikan ruang kerja, ada yang sengaja menyembunyikan colokan listrik, menetapkan waktu duduk, dan membatasi sambungan internet gratis atau bahkan meniadakannya sama sekali.

Jadi mungkin saatnya bersiap-siap ketika masuk kafe, jangan lagi mengharapkan sambungan internet atau mengecas baterai gratis.

Topik terkait

Berita terkait