Ilmuwan Surabaya ciptakan alat pendiagnosa toksoplasma

toksoplasma Hak atas foto Getty Images
Image caption Diperlukan serum darah untuk mengetahui apakah seseorang mengidap toksoplasma. Toxo Kit dikembangkan oleh tim peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya.

Celoteh Aleshia yang montok membuat gemas seluruh penghuni rumah pasangan Sales Saputro dan Jameka Ginting. Kelahiran bayi perempuan tersebut beberapa bulan lalu disambut sangat gembira, apalagi mengingat Jameka pernah mengidap toksoplasma.

Jameka bertutur bahwa dirinya mengalami keguguran tak lama setelah menikah. Karena penasaran, dia pun berkonsultasi dengan dokter kandungan.

"Saat itu dokter menganjurkan saya untuk tes TORCH. Dari situ ketahuan bahwa saya mengidap penyakit toksoplasma yang berbahaya untuk ibu hamil karena bisa menyebabkan keguguran," kata Jameka.

Dengan pengobatan intensif dan pengamatan dokter, bayi yang dikandung Jameka lahir secara sehat dan tanpa cacat. Meski demikian, Jameka berpandangan kondisi yang dia alami sebenarnya bisa dihindari jika melakukan tes toksoplasma sebelum hamil.

"Mestinya sebelum hamil saya dites TORCH dulu, jadi penanganannya lebih cepat lah," kata ibu tiga anak itu.

Hak atas foto Lucia Tri Suwanti
Image caption Toxo Kit dibuat mirip dengan alat tes kehamilan.

'Lebih murah dan lebih cepat'

Tes toksoplasma atau disebut tes Elisa saat ini tersedia di berbagai klinik dan rumah sakit.

Apabila dipaketkan dengan tes virus rubella, virus cytomegalo, dan herpes simplex yang biasa disingkat TORCH, biayanya mencapai jutaan rupiah dan hasil tesnya bisa diketahui dua hari kemudian.

Biaya yang relatif mahal dan hasil tes yang memakan waktu lama membuat tim peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya terdorong menciptakan alat alternatif untuk mendiagnosa toksoplasma.

"Selama ini uji konvensional membutuhkan waktu dua hari, tapi dengan alat yang kami temukan ini membutuhkan waktu paling lama 15 menit. Dari biaya juga jauh sekali. Tes konvensional bisa jutaan rupiah, tapi alat kami hanya beberapa ribu rupiah saja," ujar Lucia Tri Suwanti, seorang dokter hewan yang memulai penelitian tersebut.

Alat yang diberi nama Toxo Kit itu juga diklaim lebih ringkas karena bentuknya seperti alat tes kehamilan. Hanya saja, apabila tes kehamilan menggunakan urine, alat buatan Lucia dan kolega-koleganya memakai serum darah.

"Darah diteteskan ke alat yang berwujud seperti kartu. Lalu, apabila ada dua garis, serum darah itu positif terpapar toksoplasma," kata Lucia.

Hak atas foto Lucia Tri Suwanti
Image caption Tim peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga baru bisa memproduksi Toxo Kit dalam skala kecil.

Skala kecil

Toxo Kit, menurut Lucia, terbuat dari antigen toksoplasma yang dilekatkan ke membran pada kartu.

Lucia mengaku dia dan kolega-koleganya dari Universitas Airlangga, Surabaya, baru bisa memproduksi alat pendeteksi toksoplasma dalam skala kecil di laboratorium.

Salah satu alasannya, proses untuk memanen antigen toksooplasma dan memindahkannya ke toxo kit yang berwujud kartu melewati berbagai tahapan rumit.

"Selama ini dalam memproduksi antigen toksoplasma, kami masih menggunakan mencit sebagai hewan coba. Jadi kami perbanyak toksoplasma pada mencit, dari mencit toksoplasmanya kami panen. Lalu setelah panen baru kita ekstraksi toksoplasma dan kita tempelkan ke membran," papar Lucia.

Hak atas foto Lucia Tri Suwanti
Image caption "Selama ini dalam memproduksi antigen toksoplasma, kami masih menggunakan mencit sebagai hewan coba. Jadi kami perbanyak toksoplasma pada mencit, dari mencit toksoplasmanya kami panen. Lalu setelah panen baru kita ekstraksi toksoplasma dan kita tempelkan ke membran," papar Lucia.

Salah kaprah

Berbicara toksoplasma, hewan yang paling sering dituding sebagai sumber penularannya adalah kucing. Namun, tudingan itu salah kaprah, kata Lucia Tri Suwanti.

Toksoplasma, sebagaimana dijelaskan Lucia, adalah parasit yang bisa menular ke orang. Penularannya bisa melalui ookista yang keluar bersamaan dengan kotoran kucing.

"Jadi tidak semua kotoran kucing mengandung toksoplasma. Kalau kucingnya tidak menderita toksoplasma, tidak ada toksoplasma pada kucing itu. Manusia juga bisa terinfeksi toksoplasma dari daging ternak yang terkena toksoplasma," kata Lucia.

Penjelasan Lucia dan Toxo Kit temuannya mendapat sambutan baik Sulikati Chisuli, seorang pecinta hewan yang memelihara ratusan ekor kucing di rumahnya.

"Sekarang saya bisa langsung tahu apakah ada orang di rumah yang kena toksoplasma. Positif sekali temuannya," ujarnya.

Lucia mengklaim Toxo Kit masih dikaji sebuah perusahaan farmasi untuk diproduksi massal.

Topik terkait

Berita terkait