Aplikasi wisata sekaligus merawat warisan budaya

iDiscover Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Aplikasi iDiscover antara lain memuat situs wisata di Kota Tua dan Sunda Kelapa Jakarta.

Sebuah aplikasi peta wisata kawasan kota tua dan sekitarnya diluncurkan untuk memudahkan wisatawan sekaligus penyelamatan warisan budaya.

Wisatawan dapat menggunakan aplikasi iDiscover city walk Kota Tua dan Glodok ini sebagai panduan wisata, karena aplikasi ini memuat peta tempat wisata sejarah dan budaya.

Selain itu juga dilengkapi dengan informasi mengenai sejarah dan perkembangan situs tersebut dan juga ada informasi makanan dan minuman khas di wilayah tersebut.

Ester Van Steekelenburg- pendiri i Discover mengatakan tujuan pengembangan The iDiscover City Walks App & Map adalah untuk memenuhi keinginan wisatawan untuk merasakan denyut kota yang sesungguhnya seperti warga setempat, serta mendapatkan keunikan lokal.

"Saya rasa melestarikan warisan budaya dan membuatnya relevan untuk generasi milenium sangatlah penting, karena dalam era globalisasi dan pembangunan modern, masyarakat global mulai melihat semua yang sama, ada starbucksdi mana-mana sehingga kita harus memberikan penekanan terhadap apa yang membuat seuatu tempat unik, berbeda dengan yang lain," jelas Ester.

"Kami menyadari cerita itu ada di sana, tetapi kadang tidak dikemas dengan baik, ada di museum, di buku jadi kita memasukannya ke peta mungkin itu akan membuat generasi muda tertarik".

Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Sejumlah wisatawan di depan Museum Fatahillah Jakarta.

Tujuan lain adalah untuk menarik banyak kalangan terhadap situs-situs warisan budaya yang ada di kota-kota mereka. Ketua Badan Pelestarian Pustaka Indonesia BPPI Catrini Kubontubuh mengatakan keterlibatan masyarakat penting untuk pelestarian budaya, dan pembuatan aplikasi iDiscover city walk ini juga melibatkan masyarakat.

"Dengan orang-orang yang men-download aplikasi ini bisa mengetahui bahwa di Jakarta itu masih ada tempat-tempat yang masih tersembunyi tetapi masih bisa dinikmati, mungkin kalau kita orang lokal kita baru tahu, waktu apps yang pertama itu kita masukkan Gado-Gado Direksi yang jam 11 itu sudah habis saking enaknya, kalau turis kan mereka ga menuju ke sana," kata Catrini.

Catrini mengatakan selain memuat informasi aplikasi diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat di sekitar situs wisata.

Selain di Kota Tua Jakarta yang meliputi kawasan Glodok, dan Sunda Kelapa, kota lain yang ada dalam iDiscover adalah Bandung dan Surabaya, selain itu di Hong Kong dan Yangoon. Tiap tempat menurut Ester memiliki tantangan yang berbeda.

"Banyak tantangan, secara teknik untuk membuat aplikasi yang bagus, sangat sulit, kami ingin membuat bentuk antarmukanya sangat sederhana, itu membutuhkan waktu dua tahun untuk memperoleh teknologi yang tepat," kata dia.

Pemilihan situs wisata yang akan dimasukkan dalam aplikasi juga tak mudah.

"Dan juga tak selalu mudah untuk memilih situs nya dan jika anda ada di sebuah lingkungan dan anda mengundang orang-orang yang berbeda dari lingkungan itu mereka memiliki tempat favorit masing-masing, dan kami membuat kriteria untuk menentukan sebuah tempat itu unik," jelas Ester.

Hak atas foto BBC INDONESIA
Hak atas foto BBC INDONESIA
Image caption Pengunjung Kota Tua menikmati bersepeda yang bisa disewa.

Apa saja kriterianya?

Ester menjelaskan bagaimana tim memilih situa atau makanan yang 'unik' yang hanya dapat ditemui di lokasi tersebut.

"Kriterianya segala yang unik, bagaimana warung ini, atau toko atau pura atau masjid, jika Anda harus menjelaskan kepada saya dalam satu kata, bagaimana keunikan tempat ini, apakah bisa Anda dapatkan juga ditempat lain, ataukah hanya disini, semangkuk mie, minuman yang spesifik mana yang merupakan makanan popular di tersebut, itulah yang kami cari," jelas Ester.

Sementara itu Dessy Sekar Chamdi dari Sunda Kelapa Heritage mengatakan aplikasi ini membantu wisatawan untuk mengenali lebih banyak situs sejarah di kawasan pelabuhan.

"Bukan hanya pelabuhan tetapi area di sekitar pelabuhan, ada juga Museum Bahari dan juga tembok kota yang dibangun pada jaman Belanda dulu yang jarang diketahui oleh wisawatan," kata dia.

Sore itu, di Pelabuhan Sunda Kelapa dalam peluncuran idiscover city walk, tampak Ajeng Putri Arni mahasiswi di Jakarta, dia mengatakan aplikasi ini sangat membantunya karena menyediakan informasi tentang tempat yang akan dituju, meski masih terdapat kekurangan.

"Memang lebih baik dibandingkan mengandalkan google , karena kan kita harus tahu tempatnya dulu, ini kita bisa langsung tahu tapi bagusan kalau aku pengen ke sini spot 4,3 2,1 seharusnya dikasih jalur-jalurnya agar lebih memudahkan," kata Ajeng.

Berita terkait