Boneka transgender yang berawal dari Jazz

Tonner Doll Company Hak atas foto Tonner Doll Company

Sebuah mainan baru yang disebutkan sebagai 'boneka transgender pertama' di dunia memicu diskusi hangat di media sosial.

Ribuan cuitan tentang produk Tonner Doll Company itu telah diposting sejak diumumkan bahwa boneka itu akan diluncurkan pekan ini dalam pekan mainan New York Toy Fair.

Boneka tersebut dibuat berdasarkan pada sosok pegiat remaja yang lahir sebagai anak laki-laki, tetapi hidup sebagai perempuan, Jazz Jennings, yang menghebohkan karena pada usia enam tahun dia diwawancarai tentang disforia gender yang dialaminya dengan presenter TV terkenal AS, Barbara Walters.

Itu satu dekade lalu, dan Jazz Jennings sekarang berusia 16 tahun.

Dia mengatakan pada halaman Facebook-nya. "Saya ditentukan sebagai laki-laki saat lahir, tetapi sejak awal saya sebetulnya seorang perempuan. Saya menunjukkan diri saya sebagai seorang perempuan kepada keluarga saya dengan ketertarikan terhadap boneka, gaun, pernak-pernik, dan segala sesuatu yang feminin. Saya tidak sekadar senang pada benda-benda yang identik dengan perempuan, namun saya juga sangat bersikeras menegaskan bahwa saya adalah seorang perempuan," tulisnya.

Hak atas foto JazzJennings__/Instagram
Image caption Jazz Jennings baru berumur enam tahun ketika dia tampil di televisi berbicara tentang disforia gender yang dialaminya.

Pertanyaan banyak orang di media sosial adalah: apa sebenarnya yang membuat suatu boneka adalah transgender? Dalam satu posting, pembuat boneka itu menjelaskan bagaimana boneka itu dimiripkan dengan Jazz Jennings, tetapi tidak memiliki alat kelamin.

Hak atas foto Facebook
Image caption Tonner Doll Company: Ini sebuah boneka setinggi 45 cm, sama seperti semua boneka buat anak kecil lain. Ini gadis cantik yang adalah Jazz. Tetapi boneka ini terbuat dari plastik dan vinyl, dan tak ada bagian tubuh 'khusus.' Seperti semua boneka yang kami produksi dalam jenis ini. Boneka cantik untuk anak. Saya harap (keterangan) ini membantu.

Tetapi perusahaan itu juga jadi sasaran kecaman.

Hak atas foto Facebook
Image caption Patrick Senas: Kedengarannya seperti suatu skema pemasaran yang bagus. Seakan boneka ini berbeda dengan boneka-boneka dari generasi lalu. Tempelkan label 'transgender' dan pasang stiker harga dan orang akan menelannya bulat-bulat. Sama seperti semua jenis lain seperti makanan yang disebut 'gluten free.' lol (tertawa ngakak).

Seorang pengguna media sosial lain menyebut, boneka apa pun bisa jadi transgender.

Hak atas foto Facebook
Image caption Andrea Eskin: Saya tak begitu yakin, mengapa kota perlu boneka 'transgender.' Boneka apa pun bisa saja dianggap transgender. Apa pentingnya suatu boneka (atau orang) jadi tampak seperti lelaki atau seperti perempuan? Mereka itu ya seperti itu adanya.

Namun banyak juga yang mendukung prakarsa ini.

Hak atas foto Facebook
Image caption Fabiana Sana Sutton: Saya memperkirakan jika kita terus di jalur ini, generasi baru akan lebih baik hati, empatik dan lebih bahagia. Ini merupakan pilihan yang benar di zaman yang paling terpecah belah dalam sejarah ini.

Adapun reaksi Jazz atas boneka itu: "Saya menyukainya. Sebagian dari dana jatah saya akan disumbangkan untuk membantu anak muda transgender yang kesulitan.

"Saya berharap hal ini dapat membantu orang-orang transgender mendapat perhatian positif dengan menunjukkan bahwa kita sama saja seperti semua orang lain."

"Tentu saja boneka itu hanya sekadar boneka perempuan biasa, karena persis seperti itulah adanya saya: seorang perempuan biasa."