Tujuh hal yang perlu diketahui tentang emoji

Emoji Hak atas foto Reuters
Image caption Di era digital, menggunakan emoji membuat kita menjadi komunikator yang lebih efektif.

Anda mungkin telah banyak mengetahui emoji atau lambang-lambang yang mencerminkan emosi seperti melambaikan tangan, wajah tersenyum, dan jempol tangan dalam berbagai teks dan media sosial.

Michael Rosen dan Dr Laura Wright yang memandu program BBC Word of Mouth melihat emoji-emoji tersebut sebagai bentuk komunikasi global pertama di dunia.

Berikut ini adalah beberapa hal menarik tentang emoji yang mungkin belum Anda ketahui.

1. Menggunakan emoji lebih banyak, mendapat ajakan kencan lebih sering

Di era digital, menggunakan emoji membuat kita menjadi komunikator yang lebih efektif. Kita lebih mampu mengekspresikan diri secara emosional dan lebih mampu mengisyaratkan kepribadian kita. Ini sepertinya berkaitan dengan kenyataan bahwa yang menggunakan lebih banyak emoji, mendapat ajakan berkencan lebih banyak.

2. Mayoritas emoji yang dikirim adalah emosi positif atau bahagia

Ada sekitar enam miliar emoji yang dikirim setiap hari dan ada sekitar dua miliar ponsel pintar yang digunakan di seluruh dunia. Di Inggris, sebanyak 76% penduduknya memiliki ponsel pintar dan dari jumlah itu, lebih dari 80% menggunakan emoji secara berkala.

Dari enam miliar emoji yang dikirim secara global setiap hari, sekitar 70% merupakan emoji berdasar emosi, misalnya, wajah tersenyum, hati yang penuh cinta. Sebagian kecil dari emoji yang dikirim berupa ungkapan kesedihan.

3. Setiap negara memiliki ciri khas emoji tersendiri

Terdapat berbagai perbedaan berdasarkan kelompok budaya dan negara ihwal menggunakan emoji:

  • Orang-orang Kanada adalah yang paling banyak menggunakan emoji yang menunjukan kotoran.
  • Orang-orang Australia paling sering memakai alkohol sebagai emoji dan lambang-lambang yang menunjukan suasana liburan.
  • Orang-orang Perancis banyak menggunakan emoji hati penuh cinta, mereka memakainya empat kali lebih banyak dari orang-orang lainnya.
  • Orang-orang Rusia cenderung menggunakan emoji dengan tema romantis dibandingkan negara-negara lain.
  • Negara-negara berbahasa Arab cenderung lebih banyak menggunakan emoji bunga.
  • Orang-orang Inggris lebih banyak menggunakan gambar botol bir sebagai emoji.

4. Salah satu emoji paling populer dalam beberapa tahun terakhir: Wajah yang dipenuhi tangis kebahagian

Pada tahun 2015, kamus bahasa Inggris Oxford English Dictionary mengumumkan bahwa emoji terfavoritnya adalah 'Face with Tears of Joy' atau wajah yang diliputi tangis kebahagiaan. Kamus berbahasa Inggris ini memilih emoji tersebut karena dari sudut bahasa, lambang itu mencerminkan hal-hal terbaik dari yang dialami di tahun yang dilewati.

5. Abraham Lincoln mungkin orang pertama yang menggunakan emoji

Saat menjelaskan perbedaan antara emoticon dan emoji, Profesor Vyv Evans berkomentar soal siapa yang pertama kali menggunakan emoticon ini. Presiden ke-16 Amerika Serikat itu adalah seorang penutur yang berbakat. Pada tahun 1862 ia menulis naskah pidato yang mengandung berbagai hal yang jenaka dan hadirin spontan bertepuk tangan dan tergelak.

Untuk menggambarkan sambutan hadirin, para tipografer menuliskan simbol kedipan, ;) dan belakangan muncul perdebatan apakah simbol ;) itu disengaja atau cuma sebuah kesalahan mengetik.

6. Anda tidak perlu mengajar emoji

Ini adalah bahasa yang sangat intuitif. Karena emoji adalah representasi visual ekspresi emosi yang mudah untuk digunakan. Rata-rata anak usia enam tahun di Inggris lebih melek teknologi ketimbang orang-orang yang berusia sekitar 45 tahunan.

7. Bagaimana masa depan emoji ini?

Apakah itu emoji itu adalah sebuah tren yang sudah lampau? Profesor Vyv Evans mengatakan tidak. Emoji berkontribusi dalam komunikasi digital yang tanpa emoji tidak akan muncul. Peran emoji sangatlah penting untuk mendorong komunikasi efektif dan memancing respon empatik.

Mungkin masa depan emoji lebih dinamis? Saat ini, sebuah perusahaan start-up di Silicon Valley tengah mengembangkan sebuah aplikasi untuk emoji dinamis dengan penampilan seperti avatar.

Jadi, nanti di masa yang akan datang, pada saat Anda mengirim pesan mungkin akan ada yang mewakili diri Anda -seperti kartun bergerak- dengan avatar yang akan menampilkan keadaan emosi Anda.

Topik terkait