Imam di iklan Amazon diminta promosikan kerukunan antaragama

Hak atas foto Amazon Prime
Image caption Dalam iklan Amazon Prime, pendeta Gary Bradley dan imam Zubeir Hassam saling membelikan hadiah pelindung lutut untuk bersembahyang.

Seorang imam di sebuah iklan terkenal pada hari Natal telah diminta untuk bekerja dengan pemerintah untuk mempromosikan keharmonisan antara Islam dengan agama-agama yang lain.

Pada iklan Amazon tersebut, seorang pendeta membuka pintu rumahnya saat teman baiknya, seorang imam, datang bertamu. Dua pria tua tersebut bercakap-cakap, bercanda dan tertawa, serta minum teh bersama.

Keduanya terlihat meringis menahan ngilu saat mereka duduk dan berdiri.

Setelah imam berpamitan pulang, mereka mengeluarkan telepon genggam mereka, menekan tombol aplikasi Amazon, dan membeli sesuatu.

Selanjutnya, terlihat mereka menerima kiriman barang di rumah masing-masing dan jelas terlihat mereka saling membelikan pelindung lutut. Mereka menggunakan pelindung lutut tersebut saat bersembahyang di tempat peribadatan mereka masing-masing.

Tobe Berkovitz, profesor bidang periklanan di Universitas Boston, seperti yang dikutip di USA Today, mengatakan, "Saya kira belum ada (iklan seperti ini). Ada banyak sosok agamais di televisi, khususnya pada acara situasi komedi dan prosedural polisi. Tetapi, belum ada iklan yang menggunakan sosok imam."

Hak atas foto Amazon
Image caption Iklan Amazon dipuji karena 'menggambarkan cinta, toleransi, perdamaian, dan persahabatan'.

Hassam mengatakan iklan tersebut membuatnya menjadi selebritas dan orang-orang memintanya untuk berfoto selfie di jalan.

Dia bahkan dijadwalkan untuk bertemu dengan Ratu ketika berkunjung ke Leicester pada April.

Iklan tersebut telah ditonton jutaan kali di seluruh dunia, sejak dirilis di Inggris pada November tahun lalu untuk mempromosikan layanan pengiriman Amazon Prime.

Hak atas foto Human Relief Foundation
Image caption Hassam sedang memberikan pidato dalam konferensi Human Relief Foundation di Manchester.

Hassam, seorang kepala sekolah di Sekolah Muslim di Leicester, mengatakan dia sangat senang dengan tanggapan iklan tersebut yang positif. Banyak tanggapan yang menyatakan bahwa iklan tersebut mempromosikan persahabatan antara orang Islam dan Kristen.

"Pesan (iklan tersebut) kepada dunia dan komunitas secara garis besar adalah pesan yang positif," katanya.

"Ini adalah hal yang saya lakukan di komunitas, saya tidak berakting, saya hanya menjadi diri saya sendiri. Dengan banyaknya berita buruk (intoleransi antar agama) yang ada, ini adalah iklan yang benar-benar positif yang menunjukkan orang-orang yang berbeda keyakinan bisa tetap berhubungan baik," kata Hassam seperti yang dikutip oleh Telegraph.

Tetapi dia mengatakan dia tidak pernah menyangka iklan tersebut menjadi sangat populer dan dia sekarang diminta untuk berfoto selfie, termasuk pada suatu kejadian saat dia berada di bandara di Turki di mana dia dikenali oleh suatu keluarga yang bepergian ke Mekkah.

"Sangat menyenangkan bertemu mereka semua, saudari-saudari dan saudara-saudara Muslim yang sedang memakai pakaian ihram (pakaian haji) dan mereka ingin berfoto dengan saya," ujarnya.

Hak atas foto Amazon
Image caption Pemeran imam dalam iklan Amazon ini adalah kepala sekolah Islam di Leicester.

Dia merasakan kehidupan selebritas ketika dia diundang ke konferensi perdamaian dunia di Abu Dhabi dan diberi penginapan di hotel berbintang lima.

"Saya bukan anggota kerajaan tapi saya merasa saya sudah mencapai tingkatan tersebut," candanya.

Tetapi, ada suatu hal serius yang mendapat perhatian dan pemerintah telah memintanya untuk bekerja sama dalam mempromosikan keharmonisan antar agama, ujar Hassam.

Walaupun dia telah bertemu Ratu tiga kali sebelum iklan tersebut ditayangkan, kini dia diundang untuk makan bersama dengannya ketika Ratu mengunjungi Leicester pada 13 April.

"Saya yakin dia akan bertanya (kepada saya), apakah Anda imam yang ada di iklan Amazon? Dan saya akan menjawab, 'Ya betul'," ujarnya.

Berita terkait