Perusahaan minyak Arab Saudi tanam modal US$7 miliar di Malaysia

Malaysia, Arab Saudi, Najib Razak Hak atas foto AP/Vincent Thian
Image caption Kesepakatan Petronas dan Aramco diumumkan PM Najib Razak saat kunjungan empat hari Raja Salman ke Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mengatakan perusahaan minyak Arab Saudi akan menanam modal US$7 miliar atau sekitar Rp93 triliun untuk fasilitas pengilangan minyak dan petrokimia.

Kesepakatan antara Aramco dengan perusahaan minyak nasional Malaysia, Petronas, diumumkan saat kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, ke Malaysia.

"Besok akan ada upacara penandatanganan kerja sama antara Petronas dan Aramco untuk membangung pengilangan minyak di Pengerang, Johor, berdasarkan Proyek RAPID. Nilai ivestasi Aramco US$7 miliar. Ini merupakan investasi penting," jelas PM Razak, Senin (27/02).

Pengumuman ini merupakan penegasan setelah sempat beredar kabar bahwa Aramco akan mundur dari kemitraan di Proyek Pembangunan Terpadu Pengilangan dan Petrokimia (RAPID).

Para pimpinan eksekutif Petronas dan Aramco akan menandatangani kesepkatan proyek besar ini pada Selasa (28/02).

Proyek RAPID yang terletak di Pengerang, negara bagian Johor, direncanakan akan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2019, dengan pengilangan berkapasitas 300.000 barel per hari dan produksi petrokimia sebesar 7,7 juta metrik ton.

Selain tercapainya kesepakatan antara Petronas-Aramco ini, pemerintah Malaysia dan Arab Saudi juga menandatangani empat kesepakatan lain menyangkut perdagangan bilateral, sumber daya, kerja sama ilmu dan pendudukan, serta pertukaran informasih antara kantor berita resmi pemerintah di kedua negara.

Hak atas foto EPA/AHMAD YUSNI
Image caption PM Najib Razak pernah mendapat hadiah dari Kerajaan Arab Saudi sektiar Rp8 triliun.

PM Najib Razak memiliki hubungan yang baik dengan keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Tahun lalu dia dinyatakan bersih dari tuduhan korupsi setelah jaksa memutuskan pembayaran US$600 juta (sekitar Rp8 triliun) ke rekening pribadi Najib Razak merupakan hadiah dari Kerajaan Arab Saudi.

Sebuah sumber di Kerajaan Arab Saudi saat itu mengatakan transfer dana dimaksudkan untuk membantu Najib Razak dalam pemilu 2013.

Dari Malaysia, Raja Salman akan berkunjung ke Indonesia untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan berlibur ke Pulau Bali.

Topik terkait

Berita terkait