Militan Abu Sayyaf di Filipina sudah memenggal sandera Jerman

Jurgen Kantner Hak atas foto AFP
Image caption Jurgen Kantner dan pasangannya, Sabine Merz, pernah disandera bajak laut Somalia pada tahun 2008 lalu.

Pemerintah Filipina mengukuhkan bahwa kelompok militan Islam sudah membunuh seorang warga Jerman yang mereka sandera selama ini.

Sebelumnya, kelompok pemberontak militan, Abu Sayyaf, menerbitkan video yang tampaknya memperlihatkan Jurgen Kantner dipenggal.

Mereka dilaporkan menuntut tebusan sebesar US$600.000 atau sekitar Rp8 miliar untuk pembebasan Kantner namun batas waktu pembayaran sudah habis pada Minggu (26/02).

Seorang penasehat Presiden Filipina, Jesus Dureza, mengatakan pihak berwenang sudah melakukan semua upaya untuk membebaskan Kantner yang disandera di Pulau Jolo namun tidak berhasil.

"Kami berduka dan mengecam keras pemenggalan barbar dari korban yang diculik," tulis Dureza dalam pernyataannya.

Kantner diculik dari kapal pesiarnya di perairan dekat Kepulauan Sulu pada November tahun lalu dan pasangan perempuannya, Sabine Merz, dibunuh saat penculikan.

Hak atas foto Kemenlu RI
Image caption Empat warga Indonesia yang sempat diculik kelompok Abu Sayyaf tahun 2016 lalu, namun akhirnya dibebaskan.

Sebelumnya keduanya juga pernah diculik oleh bajak laut Somalia pada tahun 2008 dan disandera selama 52 hari namun dibebaskan setelah uang tebusan dibayar.

Video pemenggalan yang diterbitkan memperlihatkan Kantner mengatakan, "Sekarang dia membunuh saya" yang disusul dengan seorang militan bertopeng yang memenggalnya.

Beberapa pria bersenjata kemudian mengucap, "Allahu Akbar."

Hak atas foto Reuters
Image caption Militer Filipina melancarkan operasi melawan kelompok pemberontak di kawasan selatan negara itu.

Juru bicara Kementrian Luar Negeri Jerman, Martin Schaefer, mengatakan kepada kantor berita AP bahwa mereka sedang menyelidiki keaslian video tersebut namun menegaskan tayangan video 'amat mengejutkan'.

Kelompok Abu Sayyaf juga bertanggung jawab atas penculikan sejumlah warga Indonesia namun beberapa sudah dibebaskan dan pemerintah Indonesia menegaskan tidak ada pembayaran uang tebusan terkait upaya pembebasan sandera asal Indonesia.

Topik terkait

Berita terkait