Peran gay akan tampil pertama kalinya di film Beauty and the Beast

Film Beauty and the Beast
Image caption Film Beauty and the Beast yang dibintangi oleh Emma Watson, Dan Stevens dan Luke Evans ini akan menampilkan peran gay untuk pertama kalinya.

Film Beauty and the Beast versi baru dari Disney yang merupakan karya live-action -diperankan para aktor manusia, bukan animasi- untuk pertama kalinya akan menampilkan peran gay dan 'adegan gay.'

Aktor AS Josh Gad bermain sebagai LeFou, sobat dari Gaston sosokn antagonis dalam film ini.

Kisah LeFou yang mencoba berdamai dengan perasaannya terhadap Gaston, namun bercampur aduk antara nafsu dan kekaguman, akan merupakan alur sampingan kisah ini.

Saat dirilis tahun lalu, cuplikan film Beauty and the Beast ini mampu menyedot hampir 130 juta penonton dalam waktu 24 jam.

Pihak Disney menyebutnya sebagai 'momen gay eksklusif ' pertama dalam film mereka.

Hak atas foto PA
Image caption Saat wawancara majalah Attitude, sutradara Bill Condon yakin peran LeFou ini merupakan terobosan baru saat mengangkat kisah LGBT ke layar lebar.

Saat wawancara dengan majalah Attitude, sutradara Bill Condon yakin peran LeFou ini merupakan terobosan baru dalam mengangkat kisah LGBT ke layar lebar.

"Ini kisah tentang seseorang yang baru saja menyadari bahwa ia memiliki perasaan-perasaan seperti itu. Dan Josh membuat segala sesuatunya benar-benar halus dan indah, "katanya.

"Dan semuanya mendapat jawaban di akhir film ini, tapi saya tidak akan membocorkannya."

"Tapi ini adalah sesuatu yang bagus, ada momen gay eksklusif dalam film Disney."

Hak atas foto PA
Image caption Emma Watson berperan sebagai Belle, seorang gadis muda yang jatuh cinta kepada sosok raksasa menyeramkan.

Emma Watson berperan sebagai Belle, seorang gadis muda yang jatuh cinta dengan sosok raksasa menyeramkan yang memiliki sebuah rahasia gelap.

Para aktor lain yang terlibat antara lain, Ewan McGregor, Gugu Mbatha-Raw, Kevin Kline, Stanley Tucci, selain Dan Stevens dan Luke Evans.

Watson sebelumnya mengatakan bahwa ia ingin membuat peran Belle lebih feminis.

Matt Cain, editor majalah Attitude, mengatakan bahwa film ini mendobrak berbagai batasan.

"Mungkin lama sekali waktunya hingga akhirnya muncul film ini, tapi ini adalah momen penting untuk Disney, "katanya kepada Newsbeat.

Ia yakin masih banyak yang perlu dilakukan untuk menciptkan film yang mencerminkan kehidupan nyata.

"Ini adalah langkah ke arah yang benar dan saya salut kepada Disney yang cukup berani untuk memproduksinya," imbuh Cain.

"Dengan demikian, mudah-mudahan film ini akan membantu untuk mengubah pandangan dan membawa kemajuan sosial yang nyata."

Topik terkait