Bercerai ramai-ramai di Cina demi tambahan ganti rugi

Perkawinan, cincin kawin
Image caption Pasangan di Jiangbei bercerai bukan karena hubungan yang buruk namun demi keuntungan ekonomi.

Perkawinan kelompok mungkin sudah sering Anda dengar tapi perceraian kelompok?

Itulah yang terjadi di sebuah kampung kecil Jiangbei, di Provinsi Jiangsu, Cina bagian timur.

Sebagian besar dari sekitar 160 pasangan suami istri di sana mengajukan permintaan cerai, baik pasangan muda maupun yang sudah berusia 80-an tahun, dan bukan karena mereka -secara bersamaan- tidak cocok lagi sama pasangannya.

Koran Nanjing Morning Post melaporkan motif perceraian adalah untuk mendapat ganti rugi yang lebih banyak akibat penggusuran.

Warga kampung Jiangbei rencananya mendapat rumah seluas 220 m2 karena tergusur demi pembangunan satu kompleks teknologi tinggi.

Namun jika mereka bercerai, maka salah seorang mendapat pemberian rumah utama sedang mantan pasangan yang ke luar dari rumah itu bakal mendapat rumah seluas 70 m2 dan uang tunai 131.000 yuan atau setara Rp250 juta.

Tapi agaknya perceraian yang diajukan para pasangan suami istri tersebut sekedar formalitas saja.

Hak atas foto EPA/WU HONG
Image caption Banyak pasangan muda di Cina yang memilih untuk menikah beramai-ramai pada Hari Valentine, 14 Februari.

Seorang pria berusia 80-an tahun yang dikutip Nanjing Morning Post mengaku bercerai karena 'ada untungnya' walau perkawinan mereka baik-baik saja.

Warga kampung lain berpendapat tidak ada masalah dengan perceraian jika ia nanti menikah lagi dengan istrinya.

"Itu hal yang tidak saya pedulikan. Semua melakukannya. Kami akan menangani masalah lainnya belakangan."

Dan sebagian pasangan yang sudah bercerai tersebut ternyata masih tinggal bersama.

Hak atas foto Reuters
Image caption Di Shanghai ada laporan-laporan bahwa perceraian dilakukan agar bisa mengajukan pembelian dua rumah.

Sebenarnya -berdasarkan peraturan penggusuran dan relokasi- jika perceraian dilakukan petugas kantor sipil setempat maka hanya yang sudah bercerai lima tahun lebih saja yang mendapat rumah tambahan serta uang tunai.

Namun sebuah firma hukum dilaporkan mengatakan kepada para warga kampung bahwa jika bercerai lewat proses pengadilan, maka mereka akan mendapat ganti rugi terlepas dari waktu perceraiannya.

Kasus perceraian demi keuntungan ekonomi bukan hal yang baru di Cina, karena pernah terjadi di Jiangxinzhou, Jiangning, dan Pukou namun yang terjadi Jiangbei adalah yang terbesar dalam selang waktu bersamaan.

Praktik serupa juga dilaporkan terjadi di Shanghai karena dengan bercerai maka mantan pasangan bisa mengajukan permohonan untuk membeli dua rumah.

Topik terkait

Berita terkait