Umat Islam Bangladesh kembali protes patung dewi keadilan

Bangladesh, Dhaka Hak atas foto EPA/ABIR ABDULLAH
Image caption Ribuan pendukung Hefazat-e-Islam turun ke jalan di ibu kota Dhaka selepas salat Jumat.

Umat Islam Bangladesh kembali menggelar aksi menuntut pencopotan patung dewi Yunani di depan gedung Mahkamah Agung di ibu kota Dhaka.

Ribuan pendukung kelompok Islam keras Bangladesh, Hefazat-e-Islam, turun ke jalan selepas salat Jumat (03/03).

Patung yang tampak seperti Themis -dewi keadilan dengan mata tertutup itu- mengundang kontroversi sejak diresmikan Desember 2016 lalu.

Para pengunjuk rasa berpendapat walau patung itu mengenakan pakaian tradisional sari namun pada dasarnya merupakan patung dari sosok idola, yang bertentangan dengan Islam.

Unjuk rasa ini juga dilihat sebagai salah satu cerminan dari ketegangan antara kalangan Islam konservatif dan moderat di Bangladesh, dengan umat Islam mencapai sekitar 92% dari todal penduduk.

Pertengahan Februari, para penentang patung tersebut sudah menyampaikan memorandum kepada perdana menteri dan menteri kehakiman.

Hak atas foto EPA/ABIR ABDULLAH
Image caption Walau berpakaian sari, namun patung dewi keadilan ini tetap dianggap berhala, yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Mereka menegaskan patung itu merupakan berhala yang bertentangan dengan ajaran Islam dan akan terus menggelar unjuk rasa sampat tuntutan pencopotan patung dipenuhi.

Para pejabat kehakiman mengatakan patung tersebut merupakan lambang keadilan, yang juga banyak digunakan di belahan dunia lainnya.

Hak atas foto AFP
Image caption Pengunjuk rasa bertekad akan terus beraksi sampai patung dicopot.

Dalam beberapa tahun belakangan, Bangladesh menghadapi peningkatan serangan kekerasan oleh umat Islam radikal, antara lain serangan di sebuah kafe di Dhaka -awal Juli 2016- yang menewaskan 22 orang.

Sebelumnya, seorang pekerja kuil dan pegiat homoseksual yang dibunuh.

Diperkirakan lebih dari 40 orang terbunuh dalam serangan yang dianggap dilakukan militan Islamis di Bangladesh sejak Februari 2013.

Topik terkait

Berita terkait