Ditemukan, jasad sandera Jerman yang dipenggal militan Filipina pro ISIS

Jurgen Kantner and his wife Sabine Merz pictured in Somalia in 2009 Hak atas foto AFP
Image caption Jurgen Kantner dan isterinya, Sabine Merz dalam sebuah foto dokumentasi.

Jasad seorang sandera Jerman yang pekan ini dipenggal oleh militan Islam Abu Sayyaf di Filipina telah ditemukan, kata para pejabat militer.

Jenazah Jurgen Kantner dibawa dari pulau Sulu dan akan dikirim kembali ke Jerman, kata para pejabat.

Kantner diculik dari kapal pesiarnya pada bulan November lalu. Kelompok Abu Sayyaf mengaku sebagai pelakunya.

Isterinya, Sabine Merz, ditemukan tewas tertembak di atas kapal mereka yang terombang-ambing di lautan, bulan itu juga.

Februari lalu, sebuah video yang diposting di internet menunjukkan pemenggalan Kantner oleh seorang pria yang membawa pisau.

Kementerian luar negeri Jerman mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya 'sangat terguncang oleh tindakan tidak manusiawi dan mengerikan itu.'

Abu Sayyaf adalah salah satu kelompok terkecil dan paling keras jihad di Filipina selatan. Mereka dikenal oleh tindakana-tindakan brutal mereka, termasuk pemenggalan.

Mereka telah berikrar setia kepada apa yang disebut Negara Islam atau ISIS.

Ini merupakan kedua kalinya pasangan Kantner dan Merz jadi korban penculikan militan. Sebelumnya, pada tahun 2008, mereka diculik dan ditahan selama 52 hari oleh perompak Somalia dan bebas setelah uang tebusan dibayar.

Hak atas foto Abu Sayyaf
Image caption Kelompok Abu Sayyaf, yang sudah berikra setia kepada ISIS, mengaku sebagai pelaku penculikan dan pemenggalan itu.

Kali ini, Abu Sayyaf dilaporkan menuntut tebusan sebesar US$600.000 atau sekitar Rp8 miliar untuk pembebasan Kantner namun batas waktu pembayaran sudah habis pada Minggu (26/02).

Seorang penasehat Presiden Filipina, Jesus Dureza, mengatakan pihak berwenang sudah melakukan semua upaya untuk membebaskan Kantner yang disandera di Pulau Jolo namun tidak berhasil.

Dalam beberapa bulan terakhir ini Abu Sayyaf melancarkan serangkaian serangan di lautan antara Filipina dan Malaysia. Mereka mencegat kapal-kapal tunda dan kapal-kapal nelayan dan menculik para awaknya, untuk meminta tebusan

Video pemenggalan yang diterbitkan memperlihatkan Kantner mengatakan, "Sekarang dia membunuh saya" yang disusul dengan seorang militan bertopeng yang memenggalnya.

Beberapa pria bersenjata kemudian mengucap, "Allahu Akbar."

Kelompok Abu Sayyaf juga bertanggung jawab atas penculikan sejumlah warga Indonesia namun beberapa sudah dibebaskan dan pemerintah Indonesia menegaskan tidak ada pembayaran uang tebusan terkait upaya pembebasan sandera asal Indonesia.

Berita terkait