Perempuan misterius dengan puisi bagi Raja Salman di Bali

Bali Salman Hak atas foto REUTERS/Nyimas Laula
Image caption Pantai-pantai Bali jauh lebih bersih dari biasanya -dan akan terus begitu selama tiga hari ke depan, khusus untuk liburan Raja Salman dan 1500 rombongannya.

Seorang perempuan yang berusaha masuk ke hotel yang diyakini sebagai tempat menginap Raja Salman, mengaku hendak menyerahkan 500 lembar puisi bagi sang raja.

Penjagaan di Bali begitu ketat, juga setelah dipastikan bahwa Raja Salman memperpanjang liburannya selama tiga hari, hingga 12 Maret mendatang.

Namun tak urung terjadi juga insiden kecil. Misalnya kedatangan seorang perempuan yang mencoba masuk ke Hotel ST Regis, yang diyakini sebagai tempat menginap Raja Salman

Kejadian pada Senin (06/03) -seperti dilaporkan wartawan setempat Gita Elhasni untuk BBC Indonesia- sempat merepotkan pasukan keamanan dan petugas hotel.

Perempuan itu datang dengan sepeda motor, berbusana baju putih, membawa sebuah tas berisi laptop dan sebuah kotak.

Kotak itu segera diamankan pihak keamanan, lalu diperiksa Gegana. Ternyata isinya 500 lembar kertas.

"Itu kertas-kertas itu katanya isinya puisi-puisi yang mau diserahkan kepada Raja Salman," kata seorang petugas. "Ia bersikeras minta bertemu Raja Salman," tambahnya pula.

Hak atas foto Reuters
Image caption Dinding dari tongkat bambu dengan kain putih untuk menjaga privasi keluarga raja sudah didirikan di pantai dekat St Regis.

Permintaan itu kontan ditolak oleh pihak keamanan. Ia dicatat identitasnya, diperiksa lebih lanjut, dan setelah dipastikan tak membahayakan, dipersilakan meninggalkan hotel.

Kisah perempuan dengan 500 lembar puisi itu menjadi perbincangan warga Bali, tuan rumah liburan spektakuler Raja Arab Saudi dengan 1.500 rombongan, yang menciptakan pemandangan tak biasa di Pulau Dewata.

Tari kecak dan jadwal misterius

Hal lain yang banyak jadi perbincangan adalah munculnya puluhan unta -yang didatangkan dari Australia, yang dimintakan khusus untuk tunggangan rombongan yang hendak menikmati pantai. Juga ratusan limusin yang menciptakan iring-iringan luar biasa panjang.

Namun apa dan bagaimana gerangan jenis dan kegiatan liburan sang baginda dan rombongan, tetap menjadi misteri.

Sampai hari keempat liburan besar-besaran itu, belum terlihat adanya acara yang terbuka untuk diliput oleh media. Bahkan muncul kesimpang-siuran informasi.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bali sudah biasa menerima tokoh-tokoh terkenal, berlibur terbuka atau tertutup, tapi belum pernah dalam skala raksasa ini.

Pada Hari Senin (06/03) misalnya, sempat tersiar informasi bahwa Sang Raja akan mengunjungi Patung Garuda Wisnu Kencana di Jimbaran.

Kawasan Garuda Wisnu Kencana dan sekitarnya mendadak mendapat pengamanan luar biasa ketat, namun Raja dan rombongannya tak kunjung tiba.

Direktur Garuda Wisnu Kencana, Seno Andikawanto, mengatakan mereka memang diminta untuk berjaga-jaga selama sepekan ini untuk selalu siap kalau sewaktu dikunjungi raja dan keluarganya -atau rombongannya.

"Ada pertunjukan yang rutin yaitu Tari Kecak, yang selalu siap, tak ada masalah," kata Seno Andikawanto.

"Tapi kami juga menyiapkan tarian lain khusus untuk menyambut Raja Salman jika benar-benar berkunjung. Jadi ada satu sanggar tari yang selalu siap, dan bisa langsung tampil, kapanpun," katanya.

Semendadak apa? "Kami dijanjikan, akan diberitahu paling telat satu jam sebelumnya kalau memang raja jadi berkunjung," kata Seno Andikawanto pula.

Studi terumbu karang tergusur

Kunjungan sang raja agung dari tanah Arab itu juga membuat sebuah rombongan mahasiswa Jepang gigit jari.

Alkisah, para mahasiswa Universitas Kwansei Gakuin dijadwalkan melakukan observasi uji coba transplantasi terumbu karang di Bali. Masalahnya, lokasi observasi itu adalah laut yang persis berada di depan hotel tempat Raja menginap. 

Hak atas foto Reuters
Image caption Salah satu perubahan nyata terkait kunjungan rombongan Raja Salman, adalah unta-unta yang didatangkan dari Australia.

Akhirnya lokasi observasi dipindahkan. Padahal, menurut Pariama Hutasoit, Direktur Nusa Dua Coral Reef Foundation yang mendampingi para mahasiswa, proyek transplantasi karang seharusnya bisa menjadi kunjungan wisata menarik bagi Raja Salman dan rombongan.

"Letaknya 150 meter dari garis pantai di depan hotel ST Regis. Di situ karang mulai tumbuh dan sudah mulai banyak ikan," katanya mengenai proyek yang sudah berjalan selama 1 tahun itu. 

"Masalahnya, pengamanan sangat ketat dan prosedurnya sangat rumit kalau bersikeras di sana, karena tamunya khan VVIP," katanya. Maka mereka pun harus puas untuk mengamati dari jauh, dengan pindah ke lokasi lain -lokasi yang sebetulnya tak ada uji coba transplantasi.

Tiga hari tambahan

Di luar itu semua, Bali akan tetap dalam kesibukan dan pengamanan ketat luar biasa hingga tiga hari mendatang. Polda Bali telah menerima surat tembusan resmi perpanjangan masa liburan Raja Salman di Bali hingga 12 Maret 2017 nanti.

"Sudah kami terima suratnya," kata Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengki Widjaja, Selasa, 7 Maret 2017, tentang surat yang dikirimkan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Hak atas foto SONNY TUMBELAKA/Getty Images
Image caption Pecalang, atau tim pengaman adat Bali, juga dilibatkan untuk menjaga keamanan rombongan Raja Salman.

Sebelumnya, kunjungan Raja dari Arab Saudi hanya dijadwalkan pada 1-9 Maret terbagi dalam kunjungan kenegaraan di Jakarta pada 1-4 Maret dan liburan keluarga pada 4-9 Maret 2017.

Menurut Hengky, perpanjangan itu tidak berpengaruh pada pola pengamanan selain masa tugas personil dan aparat yang terlibat sejulah 2.500 orang harus diperpanjang. Model pengamanan tetap disesuaikan dengan permintaan dari pihak Kerajaan Saudi, "Karena seluruh acara bersifat pribadi."

Berita terkait