Pemburu menerobos kebun binatang untuk mencuri cula badak

Vince, badak Hak atas foto Reuters
Image caption Vince, badak putih berusia lima tahun, menjadi korban pembunuhan oleh para pencuri cula.

Seekor badak di sebuah kebun binatang Prancis ditembak oleh para pemburu gelap, yang ingin mencuri culanya.

Petugas menemukan Vince -nama badak putih yang berusia empat tahun tersebut- di kandangnya di Kebun Binatang Thoiry, Selasa (07/03) pagi.

Salah satu culanya, menurut polisi, dipotong dengan kemungkinan menggunakan gergaji.

Perisitwa pencurian di kebung binatang yang terletak sekitar 40km dari ibu kota Paris ini diyakini yang pertama terjadi di Eropa.

Cula badak Afrika bisa dijual dengan harga yang tinggi di pasar gelap dengan perkiraan sekitar 100 ekor dibunuh setiap bulannya di alam liar.

Harga satu kilo cula dilaporkan bisa mencapai sekitar US$60.000 atau Rp800 juta.

Vince ditembak tiga kali di bagian kepala oleh para pemburu gelap yang menerobos masuk ke kebun binatang pada Senin malam dan cula besarnya dipotong.

Namun agaknya para pencuri tersebut terganggu karena cula kedua yang sempat terpotong sebagian ditinggalkan di kebun binatang.

Hak atas foto Reuters
Image caption Badak Bruno -yang selamat dari pembantaian- dan Vince tiba di KB Thoiry pada tahun 2015 lalu.

Dua badak putih lainnya -Gracie yang berusia 37 tahun serta Bruno yang berusia lima tahun- selamat dari pembantaian.

Bruno dan Vince tiba di KB Thoiry pada waktu yang sama tahun 2015 lalu.

Vince, yang lahir di sebuah kebun binatang Belanda, merupakan satu dari 250 badak di kebun-kebun binatang Eropa yang lahir dari program penangkaran.

Program penangkaran badak putih dianggap berhasil karena satwa ini sempat terancam pada akhir abad ke-19 namun kini populasinya diperkirakan mencapai 20.000 ekor.

Namun belakangan perburuan gelap atas badak meningkat dalam beberapa tahun belakangan karena meningkatnya tuntutan, antara lain di Vietnam,

Prancis menerapkan larangan penjualan gading dan cula sejak tahun lalu.

Topik terkait

Berita terkait