Mengapa cabai pedas kemungkinan baik untuk kesehatan?

cabe Hak atas foto Getty Images

Seperti kesaksian siapapun yang pernah memakan cabai yang sangat pedas, buah ini dapat menyakitkan.

Cabai ditemui dalam berbagai bentuk, warna, ukuran dan kekuatan, tetapi satu kesamaannya adalah rasa membakar di mulut, mata dan bagian lain tubuh yang terkena cairannya.

Meskipun sebagian besar orang berpikir bagian terpedas adalah bijinya, tetapi sebenarnya sumbernya adalah lapisan putih kenyal di dalamnya atau placenta. Jika Anda menggigitnya, maka Anda benar-benar merasa terbakar.

Hal ini terutama disebabkan senyawa kimiawi bernama capsaicin yang ditemukan di kelenjar kecil di dalam placenta cabai.

Ketika Anda memakan cabai, capsaicin masuk ke ludah dan kemudian mengikat diri pada reseptor TRPV1 di mulut dan lidah.

Reseptor ada disitu untuk mengetahui rasa panas membara.

Capsaicin membuat mulut Anda seperti terbakar karena molekul capsaicin sangat sesuai untuk reseptor.

Hal ini memicu reseptor, yang kemudian mengirim isyarat ke otak, berbohong dan membuat kita berpikir mulut kita terbakar.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Biji cabai disebarkan burung yang memakannya.

Musuh atau teman?

Kajian baru-baru ini dilakukan peneliti University of Vermont yang mengkaji data dari lebih 16.000 warga Amerika lewat daftar pertanyaan terkait makanan dalam jangka waktu 18,9 tahun.

Sekitar 5.000 di antara mereka telah meninggal dunia. Peneliti menemukan bahwa orang-orang yang banyak memakan cabai merah pedas, 13% lebih kecil kemungkinannya meninggal dunia pada periode itu dibandingkan yang tidak.

Hal ini mendukung kajian lain yang baru-baru ini dilakukan di Cina, yang juga mencapai kesimpulan yang sama.

Para peneliti memperkirakan capsaicin membantu peningkatan aliran darah atau bahkan mengubah campuran bakteri di lambung.

Berita terkait