Mendagri Prancis mundur karena mempekerjakan putrinya saat remaja

Bruno Le Roux, Prancis Hak atas foto AP/Thibault Camus
Image caption Bruno Le Roux tidak ingin penyelidikan atas kontrak yang berkaitan dengan putrinya 'mengganggu pekerjaan pemerintah'.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Bruno Le Roux, mengundurkan karena memperjakan dua putrinya ketika masih remaja.

Dalam konferensi pers, Selasa (21/03), di Paris, ibu kota Prancis, dia mengatakan ia menyangkal telah berbuat salah namun menyebut masalah itu tetap merupakan tanggung jawabnya.

Le Roux dituduh mempekerjakan kedua putrinya yang sedang terikat dalam kegiatan lain.

Le Roux, yang berasal dari Partai Sosialis, menegaskan bahwa memberi pekerjaan pada masa liburan musim panas dibenarkan oleh hukum.

Presiden Francois Hollande mengatakan dia sudah menerima pengunduran diri Le Roux dan menunjuk Menteri Perdagangan, Matthias Fekl, sebagai penggantinya.

Pengunduran dirinya ditempuh, menurut Le Roux, karena dia tidak ingin penyelidikan atas kontrak yang berkaitan dengan kedua putrinya tersebut 'mengganggu pekerjaan pemerintah'.

Mempekerjakan keluarga dibolehkan

Kedua putrinya mulai bekerja ketika berusia 15 dan 16 tahun untuk total 24 kontrak dengan bayaran sekitar 50.000 Euro atau setara Rp790 juta.

Tuduhan atas Le Rouz ini terungkap dalam sebuah acara TV Quotidien, Senin (20/03), ketika seorang wartawan bertanya kepada politisi berusia 51 tahun ini tentang pekerjaan pada liburan musim panas yang diberikan kepada putri-putrinya antara tahun 2009 hingga 2016.

Hak atas foto AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER
Image caption Francois Fillon (belakang) dituduh membayar istrinya, Penelope (depan), untuk pekerjaan yang tidak dilakukan istrinya itu.

Mempekerjakan anggota keluarga merupakan praktik yang bisa di Majelis Nasional Prancis dan tidak melanggar hukum. Bagaimanapun, dua dari kontrak pekerjaan yang diberikan kepada putri Le Roux bersamaan dengan program magang dan kursus yang sedang mereka jalani.

"Tentu saja, kedua putri saya bekerja untuk saya pada masa liburan musim panas dan liburan sekolah lain, tapi tidak pernah secara permanen," katanya dalam program TV, Quotidien.

Masalah mempekerjakan anggota keluarga juga melilit calon presiden dari kubu politik kanan-tengah, Francois Fillon.

Dia sedang diselidiki dalam tuduhan membayar istrinya, Penelope, dengan dana umum sebagai asisten -namun diduga pekerjaan itu tidak benar-benar dilakukan oleh istrinya- serta membayar kedua anaknya -Marie dan Charles- sebagai penasehat hukum walau keduanya belum memiliki kualifikasi sebagai pengacara.

Fillon sempat menjadi salah satu unggulan dalam pemilihan presiden Prancis pada 23 April mendatang namun kasus tersebut menurunkan popularitasnya dan kini dia diperkirakan tidak akan lolos ke putaran kedua.

Topik terkait

Berita terkait