Jadi transgender, pemerkosa pindah ke sel perempuan

Penjara transgender Hak atas foto Getty Images
Image caption Diketahui ada sekitar 80 transgender yang diyakini menghuni penjara di Inggris dan Wales.

Seorang pelaku pemerkosaan dipindahkan ke penjara khusus perempuan setelah menjalani operasi kelamin menjadi perempuan.

Jessica Winfield, yang sebelumnya dikenal dengan nama Martin Ponting, dipindahkan ke penjara perempuan Bronzefield di Ashford, Surrey, Inggris.

Sebelumnya, terpidana pemerkosaan yang dijatuhi hukuman seumur hidup ini menghuni sebuah penjara berkeamanan tinggi Whitemoor di Cambridgeshire.

Sebelum memutuskan untuk berganti kelamin, Winfield mengeluh sering jadi bulan-bulanan akibat menjadi seorang transeksual laki-laki.

Sepuluh tahun yang lalu, ia menulis di koran internal penjara, Inside Time, bahwa ia 'melewati masa sulit karena seksualitasnya, mungkin karena kurangnya pemahaman dan empati.'

Saat itu ia menulis pula: "Saya telah mengubah nama saya dengan nama seorang perempuan, untuk membuktikan kepada pihak berwenang dan semua orang, bahwa saya sangat serius tentang gender saya dan saya merasa tidak tepat untuk menjadi seorang laki-laki."

Namun, salah seorang korban Ponting mengungkapkan kemarahannya dengan menggambarkan bahwa diizinkannya Ponting melakukan operasi pergantian kelamin adalah kebijakan yang 'keji.'

Korban mengatakan kepada surat kabar Sun bahwa "kata-kata saja tidak cukup untuk menggambarkan betapa kejamnya apa yang telah ia perbuat".

"Betapa keji mereka yang mengizinkannya menjalani operasi berganti kelamin dan betapa kejinya bahwa ia bisa bebas dari penjara tahun ini."

"Mungkin secara fisik ia telah berubah, namun otaknya tetap masih sama," tuturnya.

Sementara itu dinas penjara menolak untu menanggapi.

Kecaman kelompok pegiat

Kelompok pegiat Voice4Victims mengatakan, kasus ini "menyoroti betapa besar ketidakseimbangan terkait kesetaraan dalam sistem peradilan kita".

Disebutkan di Twitter kelompok itu: "Pelaku pemerkosaan mengubah jenis kelaminnya atas biaya lembaga kesehatan negara, NHS, sementara korban-korban perkosaan berjuang untuk bisa mendapat bantuan perawatan serta pemulihan."

Ini bukan kejadian pertama kalinya seorang narapidana transgender dipindahkan dari penjara laki-laki ke penjara perempuan. Para tahanan ditempatkan di sel masing-masing berdasarkan jenis kelamin mereka sesuai akta kelahiran.

Jika ada narapidana yang sudah memiliki 'sertifikat pengakuan jenis kelamin,' maka secara hukum dinas penjara perlu memindahkan mereka ke penjara yang sesuai dengan jenis kelamin baru mereka.

Pada bulan November tahun lalu, pemerintah mengumumkan akan mengkaji ulang kebijakan terkait tahanan transgender menyusulnya tewasnya Vikki Thompson di sebuah penjara laki-laki di Leeds.

Pada bulan Januari, lembaga Prisons and Probation Ombudsman merekomendasikan bahwa seorang tahanan transgender yang dipindahkan ke sel lain, harus didasarkan pada penilaian individu atas kebutuhan mereka dan kemungkinan untuk menjadi seseorang dengan jenis kelamin yang diinginkan.

John Pilley, yang juga dikenal dengan nama Jane Anne, membuat sejarah hukum pada tahun 1999, ketika ia menjadi narapidana pertama di Inggris dan Wales yang diberikan izin untuk operasi berganti jenis kelamin.

Pilley dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan dan penculikan seorang sopir taksi perempuan.

Ia menjalani operasi menjadi perempuan, namun memutuskan untuk menjadi seorang pria lagi dan menunggu untuk menjalani operasi kelamin kedua atas biaya Dinas Kesehatan Inggris NHS.

Saan ini diyakini ada sekitar 80 transgender menghuni penjara di Inggris dan Wales.