Tove Lo: Perempuan harus seksi tapi tak boleh menginginkan seks?

Tove Lo
Image caption Bintang pop asal Swedia Tove Lo mengeluhkan ketidak-adilan pandangan umum bahwa seorang perempuan yang berbicara tentang seks dipandang perempuan nakal.

Penyanyi asal Swedia Tove Lo, mengeluh masih harus berhadapan dengan prasangka untuk membahas hal ihwal seks dalam lagu-lagunya maupun aksinya di atas panggung.

Ia sudah menyanyikan berbagai lagu bertema seksualitas perempuan sejak menelurkan tembang hits-nya yang berjudul Habits (Album Stay High) pada tahun 2014.

Namun, ia menganggap bahwa pandangan terhadap kaum perempuan yang berbicara tentang seks belum berubah dalam tiga dasawarsa ini.

Hal ini diungkapkannya setelah ia dihujani kritik karena memegang selangkangannya selama pertunjukan di ajang pencarian bakat Swedish Idol.

"Saya melakukannya selama dua detik dalam penampilan saya," tutur penyanyi berusia 29 tahun itu mengatakan kepada Newsbeat.

"Mengapa seksualitas perempuan dirasa begitu berbahaya dan bergelimang dosa?" tanyanya.

Sang bintang mengatakan yang dilakaukannya adalah gerakan klasik Michael Jackson dan ditampilkan dalam acara yang sama yang juga menampilkan dua kontestan laki-laki dalam pertunjukannya melucuti pakaiannya hingga tinggal celana dalam.

Hak atas foto SWEDISH IDOL / YOUTUBE
Image caption Ini adalah momen di mana para pemirsa Swedia menyebut, bahwa apa yang dilakukan Tove Lo di ajang Swedish Idol tidak pantas disaksikan oleh kalangan anak-anak muda.

Ia mengatakan terkejut dengan sikap para pemirsa di Swedia, yang menganggap penampilannya di panggung bisa merusak mental anak-anak gadis, di negeri yang ia sebut sebagai negara yang 'terbuka dan berkesetaraan.

"Menyentuh diri Anda sendiri dianggap hal yang berbahaya," katanya.

"Hanya Anda dan tubuh Anda yang menikmatinya. Apa yang salah? Saya kira tidak ada salahnya melakukan hal itu."

Tove akan mendukung Justin Bieber dalam penampilannya di pagelaran British Summer Time di London Hyde Park pada bulan Juli nanti dan pers Kanada sudah bmempermasalahkan apakah aksi panggungnya sesuai untuk para penggemar dari kalangan remaja.

Ia dikenal selalu menampilkan bentuk tubuhnya selama pertunjukan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Pakaian ini dinilai sangat konservatif dibandingkan dengan kostum-kostum panggung Tove lainnya.

"Perempuan hanya boleh mengisyaratkan, dan dianggap tidak patut menginginkan, dan itulah masalahnya," katanya. "Perempuan harus seksi tapi tidak boleh menginginkan seks."

"Banyak teman-teman seniman lelaki menanyakan, 'Apa maksudmu? Tak ada seorang pun yang menanyakan apakah kami contoh yang baik atau buruk .'

"Jika Anda seorang perempuan, kemudian Anda berbicara soal seks Anda kemudian secara otomatis Anda dianggap seorang perempuan nakal, itu tidak benar."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Madonna sudah banyak menghadapi kecaman serupa selama malang melintang sebagai bintang pop selama empat dasawarsa.

Tove mengatakan Madonna telah mendobrak tabu agar para artis perempuan bisa mengekspresikan seksualitas mereka, tetapi ia mengatakan pandangan umum hampir tidak berkembang sejak tahun 1980-an.

"Madonna membuka jalan - ia telah melakukan semua kerja keras itu untuk kami," katanya.

Namun, katanya, "saya rasa kami mundur kembali lagi ke (masa itu)."

Topik terkait

Berita terkait