Pemburu Aurora mendapat pemandangan yang menakjubkan

Aurora Hak atas foto @IANGRIFFIN
Image caption Foto Aurora Australis yang diunggah Ian Griffin di akun Twitter-nya.

Para pemburu Aurora Australis atau Cahaya Selatan dalam penerbangan sewa mendapatkan pemandangan yang spektakuler.

"Tak ada yang melakukan ini sebelumnya ... orang-orang melakukan di belahan bumi utara. Lokasi Aurora tidak menentu, sehingga kami harus mencarinya. Tapi secara umum sangat menyenangkan," ungkap Dr Ian Griffin, direktur museum yang mengatur penerbangan sewa ini dari Selandia Baru.

Penerbangan yang khusus dimaksudkan untuk melihat Aurora ini meninggalkan bandar udara Dunedin, Selandia Baru, pada Kamis malam dan kembali ke bandara yang sama pada Jumat (24/03) dini hari.

Kapasitas pesawat sengaja tak diisi penuh agar penumpang dengan leluasa bisa menikmati Aurora Australis secara langsung dengan mata telanjang.

Hak atas foto @IANGRIFFIN
Image caption Para penumpang pesawat carter mengaku sangat puas bisa menikmati Cahaya Selatan atau Aurora Australis.

"Saya tak tahu apakah akah mengalami lagi hal ini dalam kehidupan saya ... minum sampanye, menikmati kue ... menyambut fajar baru dan melihat pengalaman terbaik yang ditawarkan dalam kehidupan ini," tulis salah satu penumpang, Frith Walker di halaman Facebook.

Penumpang lain, Taichi Nakamura, mengatakan, "Sungguh luar biasa menyaksikan Aurora ini secara langsung..."

Ada 134 penumpang dalam penerbangan ini dan mereka harus membayar US$2.800 atau sekitar Rp37 juta untuk kelas ekonomi, sementara untuk kelas bisnis harga tiketnya Rp74 juta.

Fenomena alam ini dipicu oleh interaksi antara angin surya, aliran partikel bermuatan yang keluar dari matahari), magnetik bumi, dan atmosfir.

Hak atas foto @IANGRIFFIN
Image caption Fenomena Aurora terjadi akibat interaksi antara angin surya (aliran partikel bermuatan yang keluar dari matahari), magnetik bumi, dan atmosfir.

Topik terkait

Berita terkait