Terdakwa serangan seksual dibebaskan, karena korban 'tidak berteriak'

Perempuan Hak atas foto kieferpix/getty
Image caption Terduga korban mengatakan dia merasa 'dibungkam' (foto arsip).

Menteri Kehakiman Italia akan melakukan investigasi setelah pengadilan membebaskan seorang pria dalam kasus serangan seksual terhadap seorang perempuan karena perempuan itu tidak berteriak.

Pengadilan di Turin memutuskan perempuan itu tidak memiliki cukup bukti untuk menunjukkan dirinya mengalami serangan seksual, karena ketika peristiwa yang dituduhkan terjadi dia hanya mengatakan 'cukup'.

Dan reaksi perempuan itu, menurut hakim, tak cukup kuat membuktikan bahwa dirinya mengalami serangan seksual.

Laporan menyebutkan, terduga korban saat ini malah menghadapi tuduhan telah melakukan fitnah.

Keputusan pengadilan yang disampaikan pada Februari lalu itu, telah memicu kemarahan di Italia. "Tentu saja, Anda tidak bisa menghukum reaksi personal dari seorang perempuan yang ketakutan dengan apa yang terjadi para dirinya," kata anggota partai oposisi di parlemen Annagrazia Calabria.

Menteri Kehakiman Andrea Orlando telah meminta kementerian yang dipimpinnya untuk mulai menyelidiki insiden yang terjadi pada 2011, seperti diberitakan kantor berita Ansa.

Terduga korban, yang bekerja di rumah sakit di Turin, mengatakan terdakwa telah memaksa dia melakukan tindakan seksual dan mengancam akan berhenti memberinya pekerjaan jika dia tidak mematuhinya, seperti diberitakan koran berbahasa Italia Corriere della Sera.

Dalam sidang perempuan itu ditanya mengapa tidak memberikan reaksi yang lebih kuat terhadap dugaan serangan seksual, ketika itu dia menjawab:"Terkadang cukup dengan mengatakan 'tidak', tetapi mungkin saya tidak menggunakan paksaan dan kekerasan yang pada kenyataannya seharus saya gunakan, tetapi itu karena orang itu terlalu kuat, saya hanya ketakutan."

Perempuan itu telah menjadi korban kekerasan seksual yang terjadi berulang kali oleh ayahnya, seperti disampaikan jaksa dalam persidangan.

Hakim yang membebaskan terdakwa, mengatakan perempuan itu "tidak memperlihatkan emosi yang menunjukkan dirinya telah mengalami kekerasan yang dialaminya telah menpengaruhinya", dengan menyebutkan bahwa laporannya "tidak dapat dipercaya" dan mengatakan bahwa kekerasan itu "tidak pernah terjadi", seperti diberitakan Corriere della Sera.

Dalam persidangan terdakwa mengakui telah terjadi kontak seksual dengan perempuan itu, tetapi mereka melakukannya atas dasar suka sama suka.

Berita terkait