Pembantu kelaparan, majikan Singapura dihukum penjara

Singapura, Lim, Chong Hak atas foto AFP/WONG KWAI CHOW
Image caption Jaksa menuntut hukuman maksimal satu tahun penjara atas Lim Choon Hong (kanan) dan istrinya Chong Sui Foon.

Pasangan suami istri Singapura dihukum penjara karena menyebabkan seorang pembantu asal Filipina kelaparan.

Thelma Gawidan menderita kelaparan selama 15 bulan hingga berat badannya turun sampai 20kg, dari 49kg menjadi 29kg.

Majikannya, Lim Choon Hong dan istrinya Chong Sui Foon, hanya memberi Gawidan makan roti dan mi instan selama bekerja di rumah mereka.

Keduanya dihukum penjara masing-masing tiga minggu dan tiga bulan.

Banyak warga Singapura yang mempekerjakan para pembantu dari negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, dan kasus-kasus kekerasan maupun perlakuan buruk bukan hal yang jarang terjadi.

Dalam kasus terbaru ini, Gawidan memberikan kesaksian di pengadilan bahwa dia hanya diberi makanan dalam porsi kecil sebanyak dua kali sehari dan permintaannya untuk mendapat tambahan makanan ditolak.

Dia juga harus tidur di gudang serta hanya boleh mandi satu atau dua kali dalam sepekan.

Hak atas foto AFP/ROSLAN RAHMAN
Image caption Banyak warga Singapura yang mempekerjakan PRT dari negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.

Peningkatan kasus PRT

Kedua majikannya mengatakan bahwa mereka memperlakukan Gawidan sama seperti mereka, dengan makan dan mandi tidak teratur karena 'obsesi' Chong atas makanan dan kebersihan rumah.

Ahli jiwa memberikan kesaksian bahwa Chong menderita compulsive disorder atau semacam perilaku yang berlebihan dan anorexia, gangguan makan karena ingin menjaga berat badan.

Namun jaksa mengungkapkan bahwa keduanya makan lebih baik dalam porsi yang lebih besar sehingga menuntut hukuman maksimal satu tahun penjara bagi Lim dan Chong.

Selain diganjar hukuman penjara tiga pekan, Lim juga didenda S$10.000 atau sekitar Rp95 juta.

Dalam beberapa tahun belakangan, pengadilan Singapura menghadapi peningkatan kasus-kasus atas para pembantu rumah tangga, PRT, yang menderita kekerasan maupun perlakukan buruk.

Topik terkait

Berita terkait