Ayaan Hirsi Ali batalkan tur Australia akibat 'masalah keamanan'

hirsi ali Hak atas foto Getty Images
Image caption Ayaan Hirsi Ali

Perempuan 'yang dibenci' kalangan Islam radikal, Ayaan Hirsi Ali, batal datang ke Australia dan Selandia Baru untuk melakukan serangkaian ceramah akibat masalah keamanan.

Penulis kelahiran Somalia dan bekas anggota parlemen Belanda ini sedianya akan tampil dalam wawancara televisi Australia, Senin (03/04), sebelum melakukan perjalanan ceramah ke sejumlah kota.

Tetapi kemudian dia membatalkan acara-acara itu karena 'sejumlah pertimbangan antara lain alasan keamanan'.

Hirsi Ali sudah sering mendapat ancaman pembunuhan.

"Ia berharap bisa kembali ke Australia dalam waktu dekat," kata Think Inc, penyelenggara yang mengatur kunungan Ali, dalam suatu pernyataan.

Sekitar 2.000 karcis acara-acara ceramah Hirsi Ali di Brisbane, Melbourne, Sidney, dan Auckland sudah terjual.

Siapa Ayaan Hirsi Ali?

Hirsi Ali memperoleh suaka politik di Belanda pada 1992 dan pada 2003 terpilih sebagai anggota parlemen dari partai kanan tengah, VVD.

Namanya meroket secara internasional pada 2004 sebagai penulis untuk film kontroversial yang berbicara tentang kekejaman terhadap perempuan Muslim, Submission. Sutradara film tersebut, Theo van Gogh, dibunuh oleh seorang Islamis radikal.

Hirsi Ali kemudian mendapat berbagai ancaman pembunuhan, setelah secara lantang berbicara tentang perlakuan Islam terhadap perempuan. Dia kemudian hidup dalam penjagaan polisi selama 24 jam per hari.

Tahun 2006 Hirsi Ali tersandung masalah imigrasi, setelah sebuah televisi memaparkan bahwa saat meminta suaka di Belanda, ia memberikan informasi palsu tentang namanya, tanggal lahirnya, dan situasi yang dihadapi di negara tempatnya tinggal.

Ia kemudian pindah ke Amerika Serikat, menjalani kehidupan sebagai tokoh terkenal.

Dalam sebuah artikel di Hoover Institution bulan lalu, Hirsi Ali berbicara tentang 'Islam politik' yang disebutnya bukan sekadar Islam sebagai agama, namun juga 'ideologi politik, aturan hukum, dan bahkan doktrin militer' yang dikaitkan dengan peran Nabi Muhammad dalam peperangan.

Apakah ini kunjungan kontroversial?

"Di tengah latar Islamofobia yang makin marak, retorika Hirsi Ali yang memecah belah itu hanya akan meningkatkan permusuhan dan kebencian terhadap umat Islam," kata petisi itu.

Serangkaian unjuk rasa juga sudah disiapkan di lokasi-lokasi ceramah Hirsi Ali.

Para pemegang tiket yang awalnya diperingatkan bahwa tas-tas mereka akan diperiksa, sudah diberi tahu bahwa uang mereka akan dikembalikan.

Topik terkait

Berita terkait