Padukan adzan dalam musik untuk joget, klub Tunisia ditutup

A DJ mixes dance music at a club
Image caption DJ yang memadukan adzan dalam musik untuk mengiri joget itu sudah meminta maaf.

Sebuah klub malam di Tunisia ditutup setelah munculnya rekaman yang menunjukkan seorang DJ memainkan remix untuk joget disko yang mengandung suara adzan.

Video yang dibagikan pada hari Minggu (2/4) itu merupakan potongan rekaman dari peristiwa di Festival Orbit di kota Nabeul, dan memicu kemarahan di media sosial.

Gubernur Nabeul, Mounaouar Ouertani, mengatakan bahwa klub itu akan 'terus ditutup' sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Aparat sudah mulai melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

Rekaman itu menunjukkan para pengunjung klub di sebuah pesta pada Jumat malam yang berjoget dengan iringan musik yang dimainkan oleh dua DJ dari Eropa dekat Hammamet, resor tepi laut yang populer.

Musik yang mengiringi joget para pengunjung itu mengandung beberapa bagian dari suara adzan.

"Setelah mengkonfirmasi fakta-faktanya, kami memutuskan untuk menutup klub malam ini," kata gubernur Ouertani.

Dia mengatakan bahwa manajer klub itu juga telah ditahan dengan dugaan 'pelanggaran akhlak dan sopan-santun.'

"Kami tidak akan membiarkan serangan terhadap perasaan keagamaan dan hal-hal yang disucikan dalam agama," kata Ouertani.

Pada hari Senin, penyelenggara Orbit Festival meminta maaf melalui posting di halaman Facebook acara itu, namun mengatakan bahwa mereka tidak bertanggung jawab pada dimainkannya hal-hal yang menyinggung dari para penampil.

Sementara DJ yang dipermasalahkan, 'tidak menyadari bahwa hal itu mungkin menyinggung publik dari sebuah negara Muslim seperti kami,' kata mereka dalam posting di situs media sosial (dalam bahasa Perancis).

Dax J, yang memainkan adzan itu, telah menyampaikan 'permintaan maaf yang tulus kepada siapa pun yang mungkin tersinggung oleh musik yang saya mainkan di Orbit Festival di Tunisia pada hari Jumat.'

"Saya tidak pernah punya niat saya untuk menyinggung atau menyebabkan melecehkan siapa pun," katanya.

Topik terkait

Berita terkait