Apa makna yang terkandung di balik foto resmi Melania Trump?

Melania Trump Hak atas foto AFP

Gedung Putih meluncurkan foto resmi pertama Ibu Negara Melania Trump, yang segera berubah menjadi meme internet dan para netizen membandingkannya dengan foto-foto Michelle Obama dan Hillary Clinton.

"Saya merasa terhormat untuk bertugas sebagai Ibu Negara, dan akan bekerja atas nama rakyat Amerika dalam tahun-tahun mendatang" kata Melania Trump.

Tetapi, apa sebenarnya makna yang terkandung di balik foto Ibu Negara Amerika Serikat tersebut?

Foto-foto seperti ini penting, kata Prof Cara A Finnegan dari Jurusan Komunikasi Universitas Illinois, karena lewat foto-foto itu bisa diketahui bagaimana orang yang berada di kekuasaan memandang diri mereka sendiri.

"Foto-foto presiden itu penting karena mereka menganggap bahwa citra tentang mereka merupakan hal yang penting," katanya.

Hak atas foto THE WHITE HOUSE
Image caption Para netizen membandingkan foto Melania Trump dengan foto-foto Hillary Clinton dan Michelle Obama.

Ia mengatakan foto Melania ini merupakan produk yang lebih bagus dibandingkan dengan foto resmi pertama Presiden Donald Trump. Namun perbandingan dengan foto-foto dari era Obama akan kurang menguntungkan bagi Melania.

"Harapan kita terhadap jenis foto-foto ini cukup tinggi," katanya.

Sejauh ini peran Melania Trump, seorang mantan model, yang tinggal di New York bersama putranya yang berusia 10 tahun, Barron, kurang menonjol dibandingkan dengan para Ibu Negara sebelumnya.

"(Gedung Putih) melakukan apa yang dapat mereka lakukan dengan apa yang mereka miliki, bahwa Melania merupakan seorang model, yang membangun bisnis berdasarkan ketenaran serta penampilan," kata Prof Finnegan.

"Orang-orang bisa saja mengkritiknya, tetapi bisa juga mengatakan, 'Dia ini Ibu Negara dan dia di Gedung Putih, jadi tak usah usil."

Hak atas foto THE WHITE HOUSE
Image caption Mantan Ibu Negara Michelle Obama dan Laura Bush juga mengenakan gaun hitam di foto-foto resmi mereka.

Yang banyak disorot dalam foto ini adalah sikap Melania Trump yang melipat tangannya.

"Di satu sisi itu dapat diartikan sikap defensif," kata Prof Finnegan.

"Tapi umumnya perempuan-perempuan di tampuk kekuasaan tidak banyak menunjukkan sikap tubuh mereka terkait komunikasi kekuasaan."

"Ketika kita berbicara tentang gambar perempuan-perempuan itu, maka membicarakan bahasa tubuh benar-benar rumit karena seringkali penafsiran kita lebih tentang diri sendiri ketimbang perempuan yang ada di foto."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Mantan Ibu Negara Hillary Clinton pun mengenakan baju berwarna hitam dalam foto resmi yang diluncurkan tahun 2004.

Sementara itu, Prof Nicole Dahmen dari Sekolah Jurnalisme dan Komunikasi Universitas Oregon mengatakan, "Foto resmi pertama Melania Trump mencerminkan kekayaan berlimpah dan realitas selebriti dari Gedung Putih ala Trump."

Ia yakin foto ini akan membuat pemerintahan "makin lebih jauh lagi dari kebenaran dan kenyataan hidup kalangan menengah Amerika".

Banyak orang membicarakan jenis-jenis manipulasi digital yang mungkin digunakan untuk menghasilkan foto itu.

"Penggunaan airbrush yang tampak nyata di foto tersebut juga dapat dilihat sejajar dengan pemerintahan Trump yang banyak melakukan kebohongan dan 'fakta alternatif'," kata Prof Dahmen.

"Potret itu adalah konstruksi atas realitas - bukan realitas yang sebenarnya"

Hak atas foto Reuters
Image caption Sejauh ini peran Melania Trump, seorang mantan model, yang tinggal di New York bersama putranya, kurang menonjol dibandingkan dengan para Ibu Negara sebelumnya.

Penggunaan piranti lunak dalam foto itu juga menimbulkan beberapa permasalahan bagi Prof Finnegan.

"Sebagai seorang perempuan dan sebagai seorang feminis, saya tidak tertarik dengan norma-norma kecantikan yang dikomunikasikan oleh foto-foto ini, khususnya bagi kalangan perempuan muda," katanya.

"Kecemasan tentang penggunaan teknik airbrush dan kaitan tak terelakkan dengan berita bohong -dan fotografi secara historis selalu terlibat dalam perdebatan tentang apa yang nyata dan apa yang palsu.

"Betapa pun, jika ada yang mengatakan, 'Lihatlah, betapa palsunya keluarga Trump dibandingkan dengan Obama, karena foto-foto Obama begitu otentik,' di situlah saya merasa tidak nyaman karena pengambilan foto didasarkan pemilihan dan pembingkaian gambar, dan terlepas dari apakah Anda melakukan airbrush, itu bisa sangat tidak otentik."