Sebuah provinsi di Kanada batalkan aturan penggunaan sepatu hak tinggi

hak tinggi Hak atas foto Getty Images
Image caption Alasan pencabutan aturan mewajibkan karyawan perempuan menggunakan hak tinggi antara lain dilatari alasan kesehatan dan kenyamanan.

Sebuah provinsi di Kanada telah membatalkan aturan yang mensyaratkan karyawan perempuan menggunakan sepatu berhak tinggi atau high heel di tempat kerja.

Pemerintah Provinsi British Columbia mengatakan persyaratan penggunaan hig heel itu diskriminatif dan berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan pemakainya.

Dikatakan pula bahwa pemakai sepatu hak tinggi berisiko mengalami cedera fisik yaitu kaki dan punggung akibat tergelincir atau jatuh.

Sepatu seharusnya dirancang agar para pekerja dapat beraktivitas dengan aman, demikian kesimpulan peraturan baru tersebut.

Pembatalan aturan ini diumumkan setelah seorang politisi dari Partai Hijau provinsi pada Maret 2017 lalu mengajukan rancangan undang-undang di parlemen yang isinya untuk mencegah majikan membuat persyaratan tentang alas kaki yang bias gender.

Hak atas foto PRESS ASSOCIATION
Image caption Penggunaan sepatu hak tinggi telah menjadi sorotan dalam dunia mode dalam beberapa tahun terakhir.

Pemimpin Partai Hijau di Provinsi British Clolumbia, Andrew Weaver mengajukan rancangan UU itu "agar pengusaha tidak lagi dapat memaksakan peraturan tentang alas kaki dan persyaratan lain yang dilatari jenis kelamin, ekspresi gender atau identitas gender".

Undang-undang ini berlaku untuk semua tempat kerja, termasuk di kantor-kantor perusahaan.

Gubernur atau biasa disebut Premier Provinsi British Columbia, Christy Clark mengatakan di sejumlah provinsi, ada peraturan yang mengharuskan kaum perempuan menggunakan sepatu hak tinggi di kantor. Menurutnya, aturan ini tidak fair dan diskriminatif.

"Seperti yang terjadi di British Columbia, kami berpikir aturan seperti itu salah. Karena itulah kami mengubah aturan itu untuk menghentikan kewajiban menggunakan sepatu hak tinggi karena tidak aman dan diskriminatif," katanya.

Hak atas foto TWITTER/CHRISTY CLARK
Image caption Gubernur atau biasa disebut Premier Provinsi British Columbia, Christy Clark mengatakan dirinya mendukung pembatalan aturan yang mengharuskan penggunaan sepatu hak tinggi bagi perempuan.

Aturan baru provinsi itu menyebutkan bahwa sepatu yang digunakan para pekerja "disain dan bahannya memungkinkan para pekerja beraktivitas dengan nyaman, aman serta memastikan majikan tidak membuat aturan yang sebaliknya".

Pedoman baru itu yang dirancang oleh WorkSafeBC, diharapkan akan mulai tersedia pada akhir April.

Penggunaan sepatu hak tinggi telah menjadi sorotan dalam dunia mode dalam beberapa tahun terakhir.

Di Kanada, banyak perdebatan seputar cara berpakaian bagi karyawan perempuan, utamanya di industri restoran, setelah ada kritikan tajam terhadap cara pandang yang mengatur seorang pekerja perempuan harus berpakaian.

Berita terkait