Gunting rambut karyawan perempuan, pria ini dikecam netizen

Hukuman potong rambut Hak atas foto FRSC RIVERS STATE/FACEBOOK
Image caption Lauretta Onochie, pembantu Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, mengecam tindakan menggunting rambut itu sebagai sebuah "pelecehan terhadap kaum perempuan."

Dinas keselamatan jalan raya di Nigeria menjatuhkan sanksi terhadap seorang komandan senior yang menghukum karyawan-karyawan perempuan dengan cara memotong rambut panjang mereka.

Foto-foto yang menunjukkan aksi gunting rambut perempuan yang dilakoni sang komandan sontak memicu kemarahan di media-media sosial.

Memang sudah ada aturan yang mengatur model rambut para staf perempuan di dinas keselamatan jalan raya atau Federal Road Safety Corp (FRSC) ini.

Namun, juru bicara organisasi itu mengatakan bahwa tindakan petugas senior tersebut di "luar" perintah resmi FRSC.

Melalui Twitter, Lauretta Onochie, pembantu Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, mengecam tindakan menggunting rambut itu sebagai sebuah "pelecehan terhadap kaum perempuan."

Andrew Kumapayi, komandan regional FRSC di bagian selatan River State, kabarnya menghukum staf perempuan pada apel pagi di kota Port Harcourt, Senin (10/4).

Namun, sejauh ini pria itu belum memberikan komentarnya.

Panduan resmi untuk staf perempuan di parade FRSC mengatakan, "karyawan harus memiliki gaya rambut yang bisa diselipkan ke baret mereka", tapi tidak menyebutkan larangan rambut panjang.

Hak atas foto FRSC RIVERS STATE/FACEBOOK
Image caption Kumapayi menggunting kepangan rambut salah seorang staf perempuan di depan rekan-rekannya.
Hak atas foto FRSC RIVERS STATE FACEBOOK PAGE
Image caption Komandan senior Andrew Kumapayi dijatuhi sanksi setelah foto-foto pengguntingan rambut menuai kecaman dari para netizen.

Sebuah unggahan Facebook yang berisi foto-foto insiden tersebut kini telah dihapus dari halaman resmi FRSC, meskipun gambar-gambar itu sudah dibagikan ribuan kali di media sosial.

Dikatakan dalam unggahaan tersebut bahwa Kumapayi tengah memeriksa "rambut, seragam dan kuku" staf.

Hak atas foto FRSC RIVERS STATE/FB
Image caption Sebuah unggahan Facebook yang berisi foto-foto insiden tersebut kini telah dihapus dari halaman resmi FRSC.

Para petugas lainnya yang terlibat dalam insiden tersebut juga dikenai sanksi, kata juru bicara FRSC Bisi Kazeem kepada kantor berita News Agency of Nigeria.

Ia pun menambahkan penyelidikan tengah dilangsungkan dan mereka yang terlibat dalam insiden ini akan dikenai "sanksi yang sesuai."

Hak atas foto FRSC RIVERS STATE/FB
Image caption Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan gumpalan-gumpalan rambut yang dipotong.

Topik terkait

Berita terkait