Bos United Airlines tidak akan mundur terkait insiden penyeretan

united Hak atas foto AFP/Getty
Image caption Sejumlah demonstran menuntut pengunduran diri bos United Airlines, Oscar Munoz, dalam aksi di Bandara O'Hare, Chicago, 11 April lalu.

Direktur Eksekutif maskapai United Airlines, Oscar Munoz, menyatakan tidak akan mundur di tengah kecaman publik terhadap insiden penyeretan paksa seorang penumpang.

"Saya dipekerjakan untuk membuat United lebih baik dan kita telah melakukan itu dan itulah yang kami akan lanjutkan," kata Munoz.

Insiden penyeretan seorang penumpang bernama David Dao menuai kecaman publik setelah rekaman video peristiwa tersebut beredar di dunia maya. Sebuah petisi daring yang menuntut agar Munoz mengundurkan diri telah ditandatangani lebih dari 60.000 orang pada Rabu (12/04) sore.

Bagaimanapun, Munoz mengaku dirinya "malu dan menyayangkan" peristiwa yang mengakibatkan David Dao diseret keluar dari pesawat.

Dao, menurut Munoz, berhak mendapatkan permintaan maaf.

"Ini tidak boleh, tidak akan boleh lagi terjadi dalam penerbangan United Airlines," kata Munoz saat diwawancarai stasiun televisi ABC.

Hak atas foto Reuters
Image caption Oscar Munoz mengaku dirinya "malu dan menyayangkan" peristiwa yang mengakibatkan David Dao diseret keluar dari pesawat.

Kelebihan kapasitas

Dalam wawancara dengan ABC, Munoz ditanya apa yang akan dilakukan United Airlines jika di masa mendatang seorang penumpang menolak meninggalkan pesawat yang kelebihan kapasitas meski maskapai telah menawarkan kompensasi.

"Kami tidak akan menyuruh aparat penegak hukum untuk mengeluarkan mereka. Mendepak seorang penumpang yang telah memesan dan membayar, kami tidak bisa melakukannya," kata Munoz.

Hak atas foto Twitter: Tyler Bridges
Image caption Rekaman video ketika David Dao diseret paksa keluar dari pesawat.

Munoz juga ditanya apakah David Dao, yang kini menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Chicago, berbuat salah.

Munoz terdiam sejenak.

Lalu dia berkata, "Tidak, dia tidak salah. Dia adalah penumpang yang telah membayar dan duduk di kursi pesawat kami. Tiada orang yang seharusnya diperlakukan seperti itu. Titik."

Sebelumnya, pada Senin (10/04), Munoz menyebut Dao sebagai seseorang yang "merusak dan membuat rusuh" sehingga para pegawai United Airlines "tiada pilihan kecuali menghubungi petugas keamanan penerbangan Chicago untuk membantu menurunkan penumpang dari pesawat."

Hak atas foto AFP/Getty
Image caption Maskapai United Airlines utamanya melayani penerbangan domestik Amerika Serikat.

Kemarahan global

Peristiwa yang menimpa David Dao telah menyulut kemarahan di berbagai belahan dunia, termasuk di Vietnam. David Dao diketahui lahir di negara tersebut.

Pengguna media sosial di Vietnam menyerukan aksi boikot United Airlines, meski maskapai itu tidak punya penerbangan langsung dari AS ke Vietnam.

"Melihat ini membuat darah saya mendidih. Saya tidak akan pernah terbang menggunakan United Airlines," sebut salah seorang pengguna Facebook bernama Anh Trang Khuya.

Imbas lainnya, Departemen Penerbangan Chicago menyatakan telah meliburkan salah seorang dari dua petugas keamanan yang memaksa David Dao keluar dari pesawat. Adapun seorang lagi mendapat sanksi skorsing.

Sementara itu, Departemen Transportasi AS tengah meninjau apakah maskapai tersebut sudah mematuhi aturan tentang kelebihan kapasitas penumpang.

Topik terkait

Berita terkait